Foto Profil Biodata Merry Utami Terpidana Mati Kasus Heroin Narkoba

0
F CumaBerita.com, Jakarta. Merry Utami ditangkap di bandar udara Sukarno-Hatta, Jakarta pada Oktober 2001 karena membawa 1,1 kilogram heroin. Merry Utami diajukan ke pengadilan dan kemudian divonis hukuman mati. Dari 10 terpidana mati yang luput dari eksekusi di Nusakambangan, pada Jumat 29 Juli 2016 dini hari, Merry Utami merupakan salah satu di antara mereka. Pengacara Merry Utami mengaku telah mengajukan permohonan grasi ke Presiden Joko Widodo, pada Selasa 26 Juli 2016.

Berdasarkan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 5 tahun 2010 tentang perubahan atas UU Nomor 22 tahun 2002 tentang grasi, Mahkamah Agung memiliki 30 hari dalam mengirimkan pertimbangan grasi secara tertulis kepada presiden. Pada hari Jumat 29 juli 2016 dini hari regu tembak di Pulau Nusakambangan mengeksekusi empat terpidana mati. Sebelumnya terdapat 14 terpidana yang dikumpulkan untuk dieksekusi.

Hingga saat ini belum jelas apakah eksekusi terhadap Merry Utami dan 9 terpidana mati lainnya ditunda atau dibatalkan Kejaksaan Agung. Sebelumnya Merry Utami, terpidana mati kasus narkotika yang selama ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Tangerang, Banten dan menempati sel isolasi di Lapas Besi, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Baca Juga: Pokemon Go Terpopuler di Indonesia Capai 50 Juta Download di Play Store

Merry Utami dipindahkan dalam rangka masa pengenalan lingkungan jelang eksekusi hukuman mati. Dalam sel isolasi Merry Utami menempatinya seorang diri. Di LP Tangerang Merry Utami membuat berbagai barang kerajinan, salah satunya sampul Alkitab dan pohon Natal. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply