Polisi Tetapkan Buni Yani Sebagai Tersangka Karena Dianggap Menghasut

0
P CumaBerita.com, Jakarta. Sebelumnya, Komunitas Muda Ahok Djarot (Kotak Adja) melaporkan Buni Yani ke Polda Metro Jaya. Ketua Kotak Adja mengatakan bahwa pihaknya melaporkan pemilik akun Facebook bernama Buni Yani yang diduga memprovokasi masyarakat. Dengan melakukan posting potongan dari video asli pidato Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu.

Dalam pidatonya itu, Ahok mengutip ayat suci. Polda Metro Jaya menetapkan Buni Yani menjadi tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghasutan terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Buni Yani mengunggah potongan video pidato Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kepulauan Seribu pada akhir September 2016, yang isinya kemudian diduga telah menistakan agama.

Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, Buni Yani jadi tersangka bukan karena mengunggah video tersebut. Namun polisi menetapkan tersangka terhadap Buni Yani karena caption yang dia tulis di akun Facebooknya. Tiga paragraf yang ditulis Buni Yani dinilai saksi ahli dapat menghasut, mengajak seseorang membenci dengan alasan SARA.

Baca Juga: Foto Daniella di Pilla Menjual Sabun Susu Senilai 1 Juta Dolar AS Dalam 24 Jam

Dalam kasus ini, Buni Yani terancam dijerat Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi Teknologi dan Transaksi Elektronik mengenai penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA. Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply