Gempa 6,5 SR dan Total 12 Gempa Susulan Mengguncang Aceh

0
G CumaBerita.com, Jakarta. Sebelumnya gempa bermagnitudo M 9 pada 26 Desember 2004 membuat Aceh kerap diidentikkan dengan gempa besar di zona subduksi yang berpotensi tsunami. Padahal Aceh sebenarnya terancam pula oleh gempa dengan mekanisme lain yang juga bisa merusak. Gempa yang berpusat di 18 kilometer timur laut Pidie pada hari Rabu 7 Desember 2016 telah menewaskan setidaknya 25 orang, 26 luka berat, dan merobohkan tempat ibadah dan ruko. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gempa kali ini terjadi dengan mekanisme sesar geser mendatar.

Pusat gempa tergolong dangkal, hanya 15 kilometer, sehingga goncangan terasa kuat di permukaan. Goncangan kuat itu yang mengakibatkan kerusakan berarti. Walau banyak sumber gempa di Aceh telah dipetakan, namun sejarah gempa yang ditimbulkan oleh sesar Samalanga Sipopok hingga kini belum diketahui. Di luar ketidakpastian itu, gempa kali ini memberi gambaran bahwa Aceh pun bisa dilanda gempa dengan mekanisme sesar mendatar serta berpusat pada kedalaman yang dangkal. Daratan Aceh dilewati oleh patahan Sumatera yang terbagi menjadi beberapa segmen besar, yaitu Aceh, Simeuleum, dan Tripa.

Segmen Tripa pernah memicu gempa berkekuatan M 7,3 pada tahun 1936, merusak kota Banda Aceh. Segmen Simeuleum pernah memicu gempa yang merusak pada tahun 1964 dengan kekuatan M 6,5. Terkait gempa hari ini, BMKG menghimbau warga untuk waspada tanpa tidak panik. Hingga pukul 10.00 WIB, terjadi 11 kali gempa susulan. Namun intensitas gempa susulan semakin menurun. Gempa susulan terbesar bermagnitud M 4,8. Kota-kota lain di Indonesia juga bisa terdampak gempa dengan mekanisme sesar mendatar. Ancamannya bervariasi tergantung aktivitas sesar di masing-masing wilayah.

Baca Juga: Roti Sari Roti Gratis di Aksi 212 Picu Boikot dari Netizen Akhirnya Diklarifikasi

Gempa bumi berkekuatan 6,5 SR menghancurkan banyak bangunan di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen, Aceh. Tim SAR gabungan masih terus bekerja menyisir puing-puing reruntuhan bangunan untuk memastikan masih ada tidaknya korban yang terjebak. Total dampak gempa 6,5 SR Pidie Jaya, tercatat 52 orang meninggal dunia, 73 orang luka berat, 200 luka ringan. Kemudian kerusakan bangunan meliputi 105 ruko roboh, 125 rumah roboh, 14 masjid roboh, 1 RSUD Pidie rusak berat, satu sekolah rusak berat. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply