Rezim Presiden Bashar al-Assad Melakukan Pembantaian di Aleppo

0
R CumaBerita.com, Jakarta. Presiden Bashar al-Assad sebetulnya bukan orang yang seharusnya memegang pemerintahan. Awalnya Bashar al-Assad dikirim kuliah ke London untuk menjadi dokter mata. Tapi kemudian kakaknya meninggal dan Bashar al-Assad dipanggil kembali kembali ke Suriah dipersiapkan untuk mengambil alih kekuasaan jika ayahnya meninggal. Sebenarnya muncul banyak harapan ketika Bashar al-Assad menggantikan ayahnya pada tahun 2000.

Orang-orang merasa ini mungkin kesempatan untuk menjadi lebih liberal, untuk membuat semuanya jadi lebih terbuka. Selama beberapa tahun pertama, harapan itu segera memudar. Sejak 2011 setelah menyaksikan kebrutalan rezim yang tak segan untuk menggunakan strategi kekerasan. Bashar al-Assad seorang yang bisa melakukan berbagai hal yang mengerikan. Secara umum, pemerintah Suriah memerangi kelompok pemberontak.

Namun itu merupakan suatu penyederhanaan besar-besaran. Di beberapa tempat, rezim Bashar al Assad memerangi ISIS. Di beberapa tempat lain, pemberontak dan kelompok bersenjata Kurdi memerangi ISIS. Semuanya bermula pada tahun 2011 sesudah apa yang disebut Musim Semi Arab. Serangkaian unjuk rasa antipemerintah di berbagai negara di Timur Tengah.

Baca Juga: Foto Kang Sora Pengganti Posisi Song Hye Kyo dan Hyun Bin Resmi Pacaran

Aleppo merupakan kota terbesar kedua di Suriah. Jadi dengan menguasai kota itu para pemberontak bisa menampilkan diri sebagai altenatif yang kredibel dibanding pemerintah. Kekalahan di sana merupakan hal yang sangat menentukan dalam perang ini dan juga dampaknya sangat buruk terhadap moral. Kejatuhan Aleppo lebih menunjukkan kelemahan Aleppo, dan bukan kekuatan rezim. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply