Sebanyak 50 Ribu Warga Sipil Masih Terjebak di Aleppo

0
S CumaBerita.com, Jakarta. Sesudah enam bulan pengepungan, pemerintah Suriah mengumumkan bahwa mereka telah membebaskan Aleppo. Seharusnya evakuasi warga sipil dari kota itu sudah dimulai, namun pertempuran meletus lagi. Gencatan senjata ambruk sesudah pemerintah menuntut pemberontak untuk membuka jalan bagi warga sipil dan serdadu pemberontak yang terluka untuk meninggalkan kota.

Pemboman terhadap bagian terakhir kota yang dikuasai pemberontak bisa jadi merupakan kejahatan perang. Evakuasi warga sipil Suriah dan pemberontak dari Aleppo Timur diperkirakan akan terus berlanjut. Lebih dari 3.000 orang naik bus dari sejumlah distrik yang hancur, namun PBB mengatakan sebanyak 50 ribu orang masih terjebak di Aleppo. Tidak ada yang tahu berapa banyak orang yang tersisa di Aleppo timur, dan evakuasi bisa dilakukan beberapa hari.

Para pengungsi ini rencananya akan dipindahkan ke daerah yang dikuasai pemberontak di provinsi tetangga Idlib. Provinsi ini dikendalikan oleh aliansi kelompok pemberontak yang cukung kuat yang mencakup kelompok Jabhat Fateh al-Sham. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Forbes Kerry menuduh rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad melaksanakan pembantaian singkat di Aleppo.

Baca Juga: Rezim Presiden Bashar al-Assad Melakukan Pembantaian di Aleppo

Wilayah yang semula jadi basis oposisi atau pemberontak Suriah itu sudah dikepung pasukan Assad selama beberapa tahun terakhir. Rezim Suriah dalam beberapa hari ini terus jadi sorotan dunia, setelah ada laporan bahwa pasukan loyalis Assad mengeksekusi puluhan warga sipil di Aleppo. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply