Tembakau Super Cap Gorila Masuk Daftar Narkoba Jenis Baru Bikin Ketergantungan

0
T CumaBerita.com, Jakarta. Sejak kejadian pilot Citilink yang berdiri sempoyongan dan meracau di dalam kokpit pesawat, beberapa netizen mengatakan pilot tersebut mengkonsumsi tembakau Gorila. Tembakau cap Gorila atau Tembakau Hanoman merupakan ganja sintetis dan banyak ditemukan di Indonesia. Tembakau Super cap Gorilla atau tembakau gorila kini masuk dalam daftar narkoba jenis baru.

Tambakau tersebut belakangan marak disalahgunakan sebagai obat penenang. Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan, Balai Laboratorium Uji Narkoba BNN menemukan tembakau gorila mengandung zat AB-CHMINACA. Zat itu berjenis Synthetic Cannabinoid. Tembakau ini memiliki efek halusinogen, cannabinoid dan toxic. Narkoba tersebut disebut tembakau gorila karena pemakai merasa tertiban gorila setelah mengisapnya.

Testimoni pemakai setelah pakai seperti ditimpa gorila setelah itu ada efek halusinogen. Selain itu, efeknya juga bisa bikin lemot, jadi malas, suka tidur, malas makan dan bisa juga bikin ketergantungan. Saat ini, penindakan terhadap pengedar dan pemakai tembakau jenis baru ini terkendala payung hukum.

Baca Juga: Ada Fenomena Komet Bersinar di Malam Tahun Baru 2017

Karena belum ada undang-undang yang mengatur terkait peredaran tembakau gorila ini. Tembakau adalah salah satu produk pertanian semusim yang diproses dari daun tanaman, terutama dari genus nicotiana. Tembakau dapat bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat. Jika dikonsumsi umumnya dibuat menjadi rokok dan tembakau kunyah. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply