Harga Emas Bikin Saham Emiten Kilau Mengilap

0
H CumaBerita.com, Jakarta. Harga emas global makin mengilap pada tahun ini. Kondisi ekonomi global yang bergejolak menjadi sentimen utama yang berdampak positif bagi pergerakan emas global.

Harga emas di pasar spot naik 17,27 persen dari US$1.284,71 per troi ons pada awal tahun menjadi US$1.506,59 pada perdagangan Senin 19 Agustus 2019. Sementara itu, harga emas berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX naik sebesar 10,72 persen dari US$1.370 per troi ons menjadi US$1.517 per troi ons. Kenaikan emas global diikuti dengan pertumbuhan emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Logam mulia yang dijual perusahaan plat merah itu naik 13,83 persen dari Rp665 ribu menjadi Rp757 ribu. Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong mengatakan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China paling dominan mendongkrak harga emas global. Pasar berspekulasi perang dagang berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global.

Apalagi, ketegangan sampai saat ini belum menunjukkan tanda akan berakhir. Baru-baru ini bahkan, Presiden AS Donald Trump berencana melancarkan serangan dagang baru ke China dengan mengenakan tarif tambahan 10 persen terhadap impor barang asal China senilai $300 miliar.

Serangan rencananya akan dilancarkan 1 September mendatang, meski akhirnya, beberapa pemberlakuannya ditunda sampai 15 Desember mendatang. Ancaman tersebut berdampak positif terhadap harga logam mulia. Investor yang khawatir bahwa perang dagang akan menekan pertumbuhan, mengalihkan investasinya ke aset aman (safe haven).

Akibatnya, harga emas terkerek naik. Harga emas masih berpotensi melanjutkan penguatannya. Untuk emas global diperkirakan harga bisa menyentuh US$1.600 per troi ons hingga akhir tahun. Sementara itu, emas Antam diyakini bisa tumbuh sebesar 5 persen dari posisi saat ini ke Rp794 ribu.

Kenaikan harga emas menjadi katalis positif bagi emiten produsen emas. Dua perusahaan yang bakal mendapatkan berkah dari kenaikan emas tersebut adalah PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Dari sisi kinerja saham, posisi saham UNTR pada jeda perdagangan di level Rp20.675 naik 0,85 persen.

Baca Juga: Penyebab Persib Kalah Telak dari PSM Makassar

Namun, sejak awal tahun sahamnya turun 24,41 persen. Sedangkan MDKA di posisi Rp5.750 naik 1,77 persen. Sejak awal tahun, saham MDKA melonjak 64,29 persen. Ia bilang sentimen perang dagang AS-China diprediksi masih berlangsung hingga jangka menengah dan panjang. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply