Video Sinopsis Film Insidious The Last Key

0
V CumaBerita.com, Jakarta. Tak seperti dua sekuel lainnya yang mengambil terminologi babak alias chapter, seri ke-4 dari Insidious ini memilih tajuk khusus The Last Key. Bagi penonton yang merasa Insidious: Chapter 3 yang rilis 2015 lalu merasa tak terpuaskan, kini pada Insidious: The Last Key, setidaknya perasaan itu sedikit terobati. Disusun kombinasi horor dengan imaji kriminal, film ini bak jadi kunci yang menghubungkan kompleksitas serial Insidious.

Sebelum memulai kisah The Last Key, kembali duduk fokus menulis kisah horor ini memberikan gambaran singkat sebuah kejadian di kota bernama Five Keys, New Mexico, pada 1950-an. Gambaran kehidupan tersebut berlatar di sebuah lembaga pemasyarakatan. Di sebuah rumah sipir lapas tersebut, seorang anak perempuan kecil memiliki kehidupan yang rumit akibat kemampuannya melihat makhluk halus. Setelah cukup menggambarkan sebuah kisah memilukan nan menegangkan, bahkan di 10 menit awal The Last Key, Whannell dan sutradara Adam Robitel melempar penonton ke era 2010-an.

Di era ini, sang cenayang Elise Rainer (Lin Shaye) kembali aktif membuka jasa bantuan terhadap gangguan makhluk halus setelah pengalamannya masuk kembali ke The Further pada Insidious: Chapter 3. Namun ia tak sendiri. Kini, Elise ditemani duo sahabat Tucker (Angun Sampson) dan Specs (Leigh Whannell).

Kedua pria yang kadang bertingkah konyol itu resmi bergabung dengan Elise membuka jasa menghadapi gangguan gaib. Semua tampak normal hingga sebuah telepon permohonan bantuan membuat Elise harus menghadapi masa lalu kembali, demi masa depannya sendiri. Peran Elise sang cenayang semakin dominan sejak di Chapter 3.

Baca Juga: Trump Resmi Bekukan Dana USD 125 Juta untuk Pengungsi Palestina

Hal ini pun semakin tegas dalam kelanjutan prekuel kisah Insidious ini. Bahkan, film ini dapat dikatakan dibuat khusus tentang Elise, dan kunci penting peranannya dalam serial Insidous. Sejak dirilis perdana pada 2010, Insidious telah menarik minat penonton horor. Kisah setan gentayangan yang diberikan bumbu jumpscare secara klasik ini menjadi penyegar dari kejenuhan bentuk film horor di Hollywood. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply