Video Bu Dendy saat Datangi Rumah Nylla Nylala Sang Pelakor

0
V CumaBerita.com, Jakarta. Tak cuma dari kalangan artis, pelakor dari masyarakat biasa pun kerap menjadi sorotan. Dalam video tersebut, Ovie melempari uang kepada wanita bernama Nyla yang dituduh sebagai pelakor. Siapa sangka, Nyla ternyata merupakan teman baik dari Ovie. Aksi Ovie melabrak temannya yang jadi pelakor pun menjadi trending topic di media sosial lewat kata kunci ‘Bu Dendy’.

Warganet pun mengunggah meme-meme kocak menyindir aksi Ovie melempari pelakor dengan uang. Meski video tersebut dianggap sebagai hal yang lucu oleh warganet, pengamat mengatakan bahwa hal ini mempromosikan bentuk kekerasan terhadap perempuan. Dalam video yang disebut ‘Bu Dendy’ itu, seorang perempuan berjilbab duduk di sofa dan menerima kemarahan dari seorang perempuan lain yang kemudian melemparinya dengan uang.

Perempuan yang memegang kamera dan tak tampak dalam layar itu menuduh perempuan berjilbab yang sedang duduk di sofa menerima uang dari pria yang diduga suaminya dan disebut dengan ‘Pak Dendy’. Di beberapa platform media sosial berbeda, video tersebut tersebar lewat beberapa akun. Salah satunya, lewat akun milik @BanyuSadewa, video itu sudah ditonton lebih dari 200.000 kali dan disebarkan lebih dari 5.000 kali.

Baca Juga: Video Sosok Nylla Nylala Membantah Dituduh Pelakor oleh Bu Dendy

Percakapan yang memuat istilah ‘Bu Dendy’ meningkat pesat sejak Selasa pagi dan sudah dipakai dalam lebih dari 30.000 cuitan sampai Selasa sore. Lebih banyak cuitan bernada lucu yang mengomentari video tersebut. Nylla Nylala, bukan nama betulan, nama aslinya adalah Nila Rahmaniar, perempuan asal Kediri yang tinggal di Tulungagung. Sementara perempuan yang menyebar uang adalah Ovie, owner Nyoklat Klasik. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply