Gara-gara ‘Bau Ikan Asin’ Galih Ginanjar Terancam 6 Tahun Bui

0
G CumaBerita.com, Jakarta. Tiga tersangka kasus video ‘bau ikan asin’, yakni Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua, dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan KUHP. Mereka diancam hukuman lebih dari 6 tahun penjara. Sebelumnya, artis Fairuz A Rafiq melaporkan Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua dalam kasus pencemaran nama baik lewat unggahan di akun YouTube.

Dalam unggahan video di YouTube itu, terdapat kalimat yang dinilai tidak pantas dan merugikan Fairuz. Laporan itu diterima dengan nomor laporan LP/3914/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimus. Pihak Fairuz melaporkan mereka dengan Pasal 27 ayat (1) junto Pasal 45 ayat (1) atau Pasal 27 ayat (3) junto Pasal 45 ayat (1) UU RI nomer 11 tahun 2008 tentang ITE. Pada pemeriksaan sebelumnya, Galih Ginanjar telah menyampaikan motif terkait pernyataan ‘bau ikan asin’. Kepada penyidik, Galih disebut mengaku sengaja ingin mempermalukan Fairuz dengan kata-kata “bau ikan asin” yang diucapkannya. Penetapan ketiganya sebagai tersangka, kata dia, berdasarkan gelar perkara yang dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, sekitar pukul 23.00 WIB.

Sebelum melakukan gelar perkara, penyidik telah lebih dulu mengklarifikasi pelapor, tiga orang saksi, saksi ahli, hingga terlapor. Dalam kasus tersebut, dikatakan Argo, setiap tersangka memiliki peran yang berbeda. Pablo Benua berperan sebagai pemilik akun Youtube dengan nama Official Rey Utami dan Benua Channel. Sementara, istri Pablo, Rey Utami berperan sebagai pemilik akun email untuk membuat akun Youtube tersebut.

“(Pablo dan Rey) bersama Galih membuat suatu wawancara, direkam, diedit, dan secara sadar diupload (diunggah) ke channel Youtube Rey Utami dan Benua Channel, durasi videonya 32 menit 6 detik,”. Sedangkan Galih diketahui berperan sebagai seseorang yang menyampaikan pernyataan yang melanggar unsur asusila dan mencemarkan nama baik Fairuz.

Sampai saat ini, Argo menyampaikan ketiga tersangka masih menjalani proses pemeriksaan untuk mendalami kasus dan peran masing-masing tersangka. Kasus tersebut diketahui bermula dari laporan artis Fairuz A Rafiq terhadap Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua dalam kasus pencemaran nama baik lewat unggahan di akun YouTube.

Baca Juga: Siapa yang Lebih Rentan Kanker Paru? Perokok Aktif atau Perokok Pasif

Dalam unggahan video di YouTube itu, terdapat kalimat yang dinilai tidak pantas dan merugikan Fairuz. Kepada penyidik, Galih disebut mengaku sengaja ingin mempermalukan Fairuz dengan kata-kata “bau ikan asin” yang diucapkannya. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply