Sosok Faiz Baraja, Guru Pesantren Solo yang Diundang Raja Salman Berhaji

0
S CumaBerita.com, Jakarta. Nama Faiz Baraja merupakan satu dari 20 orang dari Indonesia yang diundang langsung Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk berangkat haji. Guru pesantren di Solo, Jawa Tengah ini mengaku bersyukur karena mendapat undangan Raja Salman.

Faiz Baraja bersama 19 tokoh lainnya berada di kediaman Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, HE Esam Abid Althaqafi. Mereka mendapatkan jamuan dari Dubes Esam sebelum dilepas keberangkatannya ke Tanah Suci. Awalnya dia diminta salah seorang temannya memberikan data diri untuk didaftarkan berhaji. Faiz Baraja mengaku tidak tahu menahu hingga akhirnya diundang Raja Salman. Sebanyak 20 orang tokoh mendapatkan undangan khusus dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, untuk berhaji. Salah satunya ialah warga Solo bernama Faiz Baraja. Menurut pamannya, Husin Baraja, Faiz dihubungi pihak Kedutaan Besar Arab Saudi sekitar dua pekan yang lalu. Keponakannya itu diminta menyerahkan berkas-berkas, seperti paspor dan kartu identitas. Husin mengaku tidak mengetahui alasan pemerintah Arab Saudi memilih keponakannya.

Bahkan menurutnya, Faiz pun tidak pernah mendaftarkan diri agar diundang Raja Salman. Sehari-hari, kegiatan Faiz ialah berdakwah dari masjid ke masjid. Dia merupakan salah satu imam dan pendakwah di Masjid Marwah.

Usianya masih muda, yakni 30 tahun. Faiz merupakan lulusan Pondok Pesantren Isy Karima, Karanganyar dan salah satu universitas di Yaman. Sepulang dari Yaman, putra dari pasangan Ja’far Baraja dan Annisah itu mengamalkan ilmunya dengan mengajar di tempat sekolahnya dulu, Isy Karima.

Selain itu, dia juga merintis pondok pesantren bernama Markaz Iqro di Jeruk Sawit, Gondangrejo, Karanganyar. Salah satu takmir Masjid Marwah, Tri Setyanto, menyebut Faiz Baraja sebagai sosok yang bersahaja dan berwibawa. Kepada sesama masyarakat pun selalu menunjukkan sikap ramah.

Baca Juga: Listrik Padam Massal Karena Pohon Sengon, PLN: Hoaks!

Salah satu pengurus Ponpes Markaz Iqro, Muhammad, mengatakan Faiz merintis pondok tersebut bersama kawannya sejak empat tahun yang lalu. Berawal dari sebuah masjid, Faiz mengembangkannya menjadi sebuah pondok pesantren. Saat ini ponpes tersebut menampung 40 santri yang dibagi dalam tiga kelas. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply