Kisah Dibalik Perjuangan Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart

0
K CumaBerita.com, Jakarta. Didi Prasetyo, Dionisius Prasetyo atau yang lebih dikenal Didi Kempot (lahir di Surakarta, 31 Desember 1966) adalah seorang penyanyi campursari dari Jawa Tengah. Didi Kempot merupakan putra dari pelawak terkenal dari kota Solo, Ranto Edi Gudel (Almarhum) yang lebih dikenal dengan nama mbah Ranto.

Didi Kempot merupakan adik kandung dari Mamiek Podang (Almarhum), pelawak senior Srimulat. Didi Kempot merupakan penyanyi campursari kebanggaan kota Solo, di samping Gesang (maestro keroncong) dan Tia AFI (juara Akademi Fantasi Indosiar 2). Saat ini Didi Kempot tinggal di daerah Sumber, Solo. Sebelumnya istilah Kempoters adalah sebutan untuk penggemar Didi Kempot namun sebutan tersebut berkembang dikalangan anak muda menjadi Sad Boys (untuk laki-laki) dan Sad Girls (untuk perempuan). Para penggemar Didi Kempot yang tergabung dalam Sobat Ambyar mayoritas generasi muda. Hal ini menunjukkan bahwa karya Didi Kempot diminati lintas generasi. Eksistensi para penggemar muda ini membuat Didi Kempot dinobatkan sebagai Godfather of Broken Heart (bahasa Jawa: Bapak Loro Ati Nasional; Bapak Patah Hati Nasional).

Komunitas Sobat Ambyar terbentuk melalui sebuah acara yang diadakan Rumah Blogger Indonesia di Solo pada pertengahan Juni 2019. Acara Ngobam alias Ngobrol Bareng Musisi bersama penyanyi campursari Didi Kempot masuk trending topic di Twitter pada Minggu malam 14 Juli 2019.

Acara Ngobam yang digagas oleh YouTubers Gofar Hilman, penyiar radio Hard Rock FM tersebut digelar di Wedangan Gulo Klopo, Kartosuro, Jawa Tengah. Sekitar 2.000-an penggemar yang mayoritas anak muda pun menonton acara itu. Dikenal anak muda Didi merupakan penyanyi campursari lawas. Karya-karyanya banyak dirilis sejak 1990-an hingga sekarang.

Yang membuat Didi senang adalah karya-karyanya ternyata diterima oleh anak-anak generasi saat ini. Pesan Didi Tidak banyak anak muda yang peduli pada budayanya, tak terkecuali pada musik campursari, yang berakar dari budaya Jawa, seperti yang dimainkan Didi. Didi mengaku tidak masalah dengan julukan yang disematkan oleh penggemarnya. “Buat saya pribadi itu enggak masalah, ya.

Baca Juga: Penyebab Mati Lampu yang Umum Terjadi

Mungkin mereka tertarik karena dari tulisan saya, dari lirik-lirik (lagu) tulisan saya yang hampir 90 persen pasti terinspirasi dari (lagu yang) mellow-mellow semacam itu,” ujar Didi. Didi melihat julukan tersebut sebagai bentuk dari apresiasi para penikmat musiknya kepadanya. Bagi Didi, mereka menyukai lagu-lagunya saja sudah membanggakan. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply