Anak 7 Tahun Jadi Influencer Cilik Terkaya, Hartanya Rp 310 Miliar

0
A CumaBerita.com, Jakarta. Ryan Kaji, anak asal Cypress, Texas, menempati urutan pertama dengan kekayaan bersih mencapai USD 21,9 juta atau sekitar Rp 310,5 miliar. Penghasilan berjumlah fantastis itu didapat lewat channel YouTube bernama Ryan ToysReview yang kini memiliki lebih dari 21 juta subscriber.

Channel yang dikelola kedua orangtua Ryan, Shion Guan dan Kieu-Loan, menampilkan berbagai video unboxing mainan. Selain unboxing, bocah tujuh tahun ini juga bermain dengan cara-cara yang seru. Sudah sekitar empat tahun Ryan dan keluarganya rutin mem-posting video tentang berbagai mainan di YouTube. Ryan sendiri pertama kali muncul di YouTube saat masih berusia tiga tahun. Di usia sekecil itu, Ryan sudah luwes mengulas bermacam mainan. Kala itu mainan lebih fokus pada seri Thomas The Tank Engine. Diceritakan ibunya, Kieu-Loan, Ryan sendiri yang meminta dibuatkan channel YouTube, karena dia melihat anak-anak lain juga melakukannya. Mainan pertama yang dibelinya untuk review adalah satu set Lego kereta.

Selain channel review mainan, Ryan dan keluarganya juga membuat saluran kedua yang diberi nama Ryan’s Family Review. Channel yang satu ini lebih banyak bercerita tentang kehidupan sehari-hari keluarga dengan satu putra dan dua putri kembar tersebut. Saat ini subscriber-nya sudah mencapai 4,6 juta. Sebagian besar kekayaan Ryan, sekitar USD 21 juta (Rp 297 miliaran), berasal dari iklan di dua channel YouTube mereka. Sementara sisanya datang dari konten berbayar.

Popularitas dan kekayaan Ryan yang melimpah bukan tanpa kontroversi. Pada awal September 2019, orangtua Ryan kemungkinan harus menjalani investigasi oleh Komisi Perdagangan Federal AS (FTC). Alasannya, kuat dugaan kalau anak mereka, telah mendorong anak-anak lain untuk membeli mainan yang telah disponsori.

Organisasi perlindungan konsumen di Amerika, Truth In Advertising, melayangkan komplain ke FTC, bahwa Ryan sudah tidak jujur menghadirkan konten yang dilihat puluhan juta kali di YouTube. Ia dianggap mem-posting konten berbayar, namun tidak menyertakan informasi tersebut secara jelas. Truth In Advertising menuding 90 persen video yang di-posting Ryan dan keluarganya merupakan konten bersponsor.

Baca Juga: Mengenal Crowdfunding yang Bikin Ananda Badudu Ditangkap Polisi

Tapi mereka tidak menjelaskannya di video maupun kolom deskripsi. Namun tudingan itu ditampik Shion Guan dan Kieu-Loan. Mereka bersikeras selalu mengikuti aturan dan kebijakan sebagai influencer atau penyedia konten. Syarat-syarat konten berbayar juga sudah dijalani dengan benar. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply