Mengenal Reynhard Sinaga “Predator Pelecehan” Terbesar di Inggris

0
M CumaBerita.com, Jakarta. Reynhard Sinaga diketahui memerkosa beberapa kali sejumlah korbannya dan memfilmkan menggunakan dua ponsel selulernya. Kepolisian Manchester Raya menyatakan 48 korban dari empat persidangan terpisah, berusia antara 17 tahun sampai 36 tahun.

Sidang di Manchester Crown Court pada Desember 2019 merupakan sidang tahap empat atas 13 korban dengan 30 dakwaan perkosaan dan dua serangan seksual. Pengadilan Manchester, Inggris Senin 6 Januari 2020 kemarin menjatuhi hukuman seumur hidup kepada warga Indonesia bernama Reynhard Sinaga karena memperkosa puluhan pria. Reynhard Sinaga dinyatakan bersalah atas kasus perkosaan dan pelecehan seksual dengan proses hukum minimal 30 tahun masa hukuman sebelum diperbolehkan mengajukan pengampunan. Hakim Suzanne Goddard menggambarkan Reynhard sebagai sosok predator dalam kasus perkosaan ‘terbesar’ dalam sejarah Inggris. Pengadilan menyatakan ia terbukti melakukan pelecehan seksual 159 kali, termasuk 136 di antaranya pemerkosaan di apartemennya di pusat kota Manchester.

Bukti pelecehan seksual ditemukan berupa rekaman video dalam ponselnya. Kendati demikian, sejak awal persidangan Reynhard Sinaga berkeras hubungan seksual yang dilakukan atas dasar suka sama suka. Reynhard Sinaga mengklaim para korban menikmati fantasi seksual yang dilakukan di tempat tinggalnya. Pengakuan korban berbanding terbaik dengan ucapan Reynhard.

Mereka mengaku menjadi korban perkosaan setelah dibawa ke apartemennya dan meminum minuman alkohol yang telah diberi obat bius. Dalam sidang vonis, Jaksa Penutun lan Simkin mengatakan korban perkosaan mengalami trauma mendalam dan sebagian mencoba bunuh diri. Reynhard Sinaga atau biasa disapa Rey, menerima dua gelar dalam bidang sosiologi dan perencanaan dari Universitas Manchester.

Namun dia diskors setelah ditangkap pada 2017 atas kasus pelecehan seksual. Reynhard Sinaga merupakan pria Indonesia kelahiran Jambi. Pria 36 tahun itu datang ke Inggris pada tahun 2007 dengan visa pelajar. Ketika itu Reynhard Sinaga berusia 24 tahun.

Selama 10 tahun tinggal di Manchester, Reynhard Sinaga hidup dari uang ayahnya yang seorang bankir. Selain membayar puluhan ribu pound sterling untuk biaya sekolah, sang ayah juga membiayai flat Reynhard di Montana House, tak jauh dari kelab malam Factory, tempat favoritnya untuk mencari pria.

Baca Juga: Awal Aksi “Predator Pelecehan” Reynhard Sinaga Terungkap

Reynhard Sinaga, menerima dua gelar dalam bidang sosiologi dan perencanaan dari Universitas Manchester. Saat ini tengah melanjutkan studi untuk meraih gelar PhD di Universitas Leeds. Namun dia diskors setelah ditangkap pada 2017 atas kasus pelecehan seksual. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply