Lucu, Toto Santoso Raja Keraton Sejagat Mohon Maaf Semua Fiktif

0
L CumaBerita.com, Jakarta. Toto Santoso, Raja Keraton Agung Sejagat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas apa yang telah dilakukannya selama ini. Toto Santoso meminta maaf telah membuat resah masyarakat terutama warga Purworejo, Jawa Tengah.

“Saya mohon maaf dimana Keraton Agung Sejagat itu fiktif, yang kedua, janji kepada pengikut saya juga fiktif, selanjutnya telah membuat resah masyarakat pada umumnya dan warga Purworejo pada khususnya,” ungkap Toto di Mapolda Jawa Tengah. Toto Santoso mengatakan permohonan maaf itu juga sekaligus mewakili Fanni Aminadia. Dia adalah Ratu Keraton Agung Sejagat yang selama ini mendampingi Toto Santoso. “Ini juga permintaan maaf berdua, dengan Fanni, saya mewakili juga”, tambahnya. Dengan nada lirih, Toto Santoso mengatakan dirinya dan Fanni menyerahkan proses hukum kepada Kepolisian.

Toto Santoso pasrah dan akan menghormati proses hukum yang berjalan. “Saya rasa untuk selanjutnya saya serahkan kepada proses hukum yang berjalan saja. Saya tidak mau berkomentar terlalu banyak saat ini. Saya menyesal,” ujarnya. Sementara itu, kuasa hukum Toto Santoso dan Fanni, Muhammad Sofyan, menegaskan bahwa kliennya tidak bisa memberikan keterangan banyak yang terkait materi pemeriksaan penyidik. Toto Santoso dan Fanni Aminadia menjadi sorotan publik sejak pekan lalu.

Di media sosial dan media massa, Toto Santoso dikenal sebagai Raja Keraton Agung Sejagat didampingi Fanni sebagai Ratu. Keraton Agung Sejagat itu dibuat Toto Santoso dan Fanni di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Purworejo. Mereka mengklaim sebagai penerus kemaharajaan Nusantara, Majapahit yang muncul setelah perjanjian 500 tahun dengan Portugis berakhir.

Polisi lalu menangkap mereka di Purworejo pada 14 Januari lalu. Penangkapan dipimpin langsung oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Komisaris Besar Budi Haryanto di rumah pelaku yang juga menjadi Keraton. Raja dan permaisuri Keraton Agung Sejagat diduga melakukan perbuatan melanggar pasal 14 UU No 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong berakibat membuat onar di kalangan rakyat dan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

Baca Juga: Mengenal Sehatq.com Info Kesehatan Terpercaya

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana Sutisna pada 15 Januari lalu mengatakan Keraton Agung Sejagat telah merekrut 450 warga. Pengikut Keraton Agung Sejagat wajib membayar uang Rp3 juta untuk masuk sebagai anggota. Dengan iming-iming akan hidup lebih baik dan gaji dolar tiap bulan. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply