Alasan Mensos Risma Luruskan Soal Aksinya Paksa Tunarungu Bicara

0
A CumaBerita.com, Jakarta. Sebelumnya, Risma menjadi sorotan setelah memaksa tunarungu berbicara. Momen itu terjadi pada peringatan Hari Disabilitas Internasional 2021 di Gedung Aneka Bhakti Kemensos. Acara ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kemensos RI.

Di panggung, Risma berdiri bersama penyandang disabilitas rungu-wicara dan autisme bernama Anfield Wibowo. Anfield yang memang gemar melukis membawa karyanya di lokasi. Anfield lantas memegang mikrofon dan mencoba berbicara. Anfield tampak memegang kertas dan mencoba berbicara. Seorang juru bicara bahasa isyarat membantu memperjelas apa yang disampaikan Anfield. Setelahnya Risma mengajak seorang penyandang disabilitas tunarungu wicara lain bernama Aldi ke atas panggung. “Aldi, ini ibu. Kamu sekarang harus bicara, kamu bisa bicara. Ibu paksa kamu untuk bicara. Ibu nanam… eh melukis, tadi melukis pohon, ini pohon kehidupan. Aldi ini pohon kehidupan. Ibu lukis hanya sedikit tadi dilanjutkan oleh temanmu Anfield.

Nah, Aldi, yang ibu ingin sampaikan, kamu punya di dalam, apa namanya, pikiranmu, kamu harus sampaikan ke ibu, apa pikiranmu,” ucap Risma. “Kamu sekarang, ibu minta bicara, nggak pakai alat. Kamu bisa bicara,” imbuh Risma. Aldi lantas tampak mencoba berbicara, tapi suaranya lirih. Risma terus meminta Aldi berbicara tanpa menggunakan alat bantu. Tak berapa lama, ada seorang perwakilan dari Gerakan untuk Kesejahteraan tunarungu Indonesia (Gerkatin) bernama Stefanus yang naik ke panggung.

Stefanus tampak berbicara menggunakan bahasa isyarat yang diterjemahkan langsung oleh juru bicara bahasa isyarat. Stefanus menyampaikan kritik karena Risma memaksa tunarungu berbicara. Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menuai kritik lantaran memaksa seorang tunarungu untuk berbicara. Risma kemudian memberi penjelasan. “Saya ingin memastikan bahwa alat bantu dengar itu berfungsi dengan baik karena kalau dia tidak bisa merespons, itu bisa merugikan dia,” kata Risma seperti dikutip dari situs resmi Kemensos.

Risma mengatakan dia mendorong agar para tunarungu tidak menyerah untuk memaksimalkan kemampuan telinga dan mulut. Risma kemudian menceritakan pengalaman memprihatinkan di balik momen dia memaksa tunarungu untuk berbicara. Dia menyebut momen memprihatinkan itu terjadi ketika dia menjabat Wali Kota Surabaya. Dia menyebut ada tunarungu yang tertabrak kereta api hingga kehilangan nyawa saat bencana. Risma menegaskan penyandang disabilitas harus bisa melakukan pertahanan diri.

Baca Juga: Pasangan Greysia/Apriyani Ganda Terbaik BWF 2020/2021

Menurutnya, penyandang disabilitas harus bisa mengatasi sendiri masalah yang dihadapi karena tidak selamanya berada di lingkungan yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Politikus PDIP ini menegaskan tidak memiliki niat apa pun terhadap penyandang disabilitas. Dia menyatakan telah mendedikasikan kebijakan Kemensos untuk memperkuat dukungan terhadap penyandang disabilitas. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply