Pahami Aturan Baru BPJS Kesehatan 2019

0
P CumaBerita.com, Jakarta. Masih menunggu Kemenkes menentukan jenis pelayanan apa saja yang menggunakan aturan urun biaya ini. Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 51 Tahun 2018 mengenai urun biaya dan selisih biaya, maka dari itu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus mensosialisasikan beberapa hal terkait aturan baru tersebut. Ada dua hal dalam aturan baru ini, yaitu urun biaya dan selisih biaya.

Peserta non PBI bayar urun biaya
Mengenai urun biaya, aturan ini ditujukan kepada peserta yang mendapatkan pelayanan yang tergolong bisa terjadi penyalahgunaan oleh peserta dikarenakan selera maupun perilaku. Dalam aturan ini, selain peserta PBI (penerima bantuan iuran) dan yang dibayarkan pemerintah daerah, atau dengan kata lain peserta mandiri harus membayar urun biaya untuk rawat jalan pada setiap kunjungan, di rumah sakit kelas A dan B sebesar Rp 20.000, sedangkan di rumah sakit kelas C dan D sebesar Rp 10.000.

Sementara untuk rawat inap, besaran urun biayanya adalah 10 persen dari biaya pelayanan dihitung dari total tarif INA CBG’s setiap kali melakukan rawat inap, atau maksimal Rp 30 juta.

Rawat jalan paling banyak 20 kali kunjungan dalam 3 bulan
Bagi pasien BPJS Kesehatan yang mengidap penyakit yang membutuhkan kunjungan ke rumah sakit secara rutin, nantinya akan dibatasi hanya paling banyak 20 kali kunjungan dalam 3 bulan. Bukan hanya itu, pasien juga diharuskan membayar sebesar maksimal Rp 350.000 untuk 20 kali kunjungan tersebut.

Namun peraturan ini belum diimplementasikan. Menurut Kepala Humas BPJS Kesehatan, nominal tersebut terbilang cukup kecil dibandingkan total biaya pelayanan yang diperoleh peserta BPJS Kesehatan.

Untuk rawat inap, pasien BPJS hanya boleh naik satu kelas
Sebelumnya, pasien yang mendaftar BPJS Kesehatan di kelas tiga, bisa naik kelas ke kelas satu saat dirawat inap. Sayangnya, hal itu tidak diperkenankan lagi, yang artinya sudah berlaku mulai Permenkes Nomor 51 Tahun 2018 diundangkan. Pasien BPJS Kesehatan hanya boleh naik satu kelas saat rawat inap.

Baca Juga: Jokowi Segera Bebaskan Abu Bakar Ba’asyir, Alasan Kemanusiaan

Misal peserta kelas tiga, hanya bisa naik ke kelas dua. Sedangkan untuk rawat jalan, apabila peserta yang ingin naik kelas ke poli eksekutif jika tersedia di rumah sakit, maka peserta harus membayar biaya paket pelayanan rawat jalan eksekutif paling banyak Rp 400.000 untuk setiap kedatangan. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply