Awas! 4 Jenis Infeksi Cacingan Pada Anak

0
A CumaBerita.com, Jakarta. Cacingan merupakan penyakit yang diakibatkan beberapa jenis cacing seperti cacing gelang, cacing kremi, tambang, ataupun pita ini kerap disepelekan. Banyak yang menganggap cacingan sebagai penyakitnya ‘orang kampung’, akibat banyaknya warga perkampungan padat penduduk yang terkena penyakit tersebut.

Padahal, prevalensi penyakit cacingan di Indonesia termasuk tinggi dan tidak hanya terjadi di kampung-kampung saja. Masyarakat kelas menengah dan atas juga tidak bebas dari ancaman cacingan. Berdasarkan data terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1,5 miliar orang atau sekitar 24% dari total populasi dunia menderita infeksi cacingan, dan pada umumnya menyerang anak-anak usia sekolah. Tak seperti penyakit kanker atau penyakit akut lain, infeksi cacingan sering dianggap sepele, apalagi jika sudah menyangkut anak-anak. Orang tua kerap abai padahal penyakit ini adalah masalah besar buat anak. Kebiasaan bermain dan eksplorasi anak membuat anak rentan terkena infeksi cacingan.

Kebiasaan bermain membuat anak sering terpapar kotoran. Ada beberapa jenis infeksi cacingan yang perlu diwaspadai orang tua. Berikut merangkum berbagai sumber.

1. Cacing kremi
Cacing kremi atau Enterobius vermicularis jadi yang paling umum menginfeksi anak. Menyitat laman Raising Children, anak bisa terinfeksi saat menelan telur cacing secara tidak sengaja, seperti saat makan tapi belum membersihkan tangan. Selain rasa gatal pada anus, ciri anak yang terinfeksi cacing kremi antara lain sulit tidur, anus terasa nyeri, bahkan ditemukan cacing pada feses.

2. Cacing gelang
Daripada orang dewasa, anak lebih rentan terkena infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Saat bermain, anak mungkin tak sengaja memasukkan tangan yang sudah terkontaminasi telur cacing atau mengonsumsi makanan yang kurang terjaga kebersihannya. Anak hanya akan mengalami kram perut dan muntah-muntah. Cacing pun bisa ‘berkeliaran’ ke organ lain hingga mengakibatkan infeksi pada liver, pankreas, hingga paru-paru.

3. Cacing tambang
Tak perlu media telur, cacing tambang bisa masuk melalui kulit kaki anak. Begitu masuk, cacing akan mengikuti aliran darah dan menginfeksi organ tubuh seperti paru-paru dan jantung. Namun, cacing tambang umumnya melekat pada usus dengan mengaitkan mulut mereka.

Baca Juga: Foto Jokowi dan Trump Berbagi Permen di Sela KTT G20

4. Cacing pita
Infeksi cacing pita bisa menimbulkan penyakit yang disebut taeniasis. Taeniasis bisa disebabkan oleh konsumsi daging (sapi atau babi, ikan) yang tidak dimasak sempurna, konsumsi air yang terkontaminasi larva cacing, dan melakukan kontak dengan penderita taeniasis. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply