Siapa yang Lebih Rentan Kanker Paru? Perokok Aktif atau Perokok Pasif

0
S CumaBerita.com, Jakarta. Dokter spesialis paru mengatakan bahwa semakin banyak terpapar asap rokok, maka seorang perokok pasif memiliki kemungkinan yang tinggi juga terkena kanker paru. Rokok lagi-lagi dianggap sebagai pembunuh berdarah dingin.

Bagaimana tidak, orang yang tidak merokok seperti Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho bisa terkena kanker paru, hanya karena terpapar asap rokok dari lingkungannya. Hal ini tentunya menegaskan bahwa perokok pasif yang kerap terpapar asap rokok pun berisiko sama dengan perokok aktif. Kanker paru termasuk penyakit mematikan. Peluang sembuh tentu ada, tetapi pasien yang berada pada stadium lanjut berisiko mengalami perburukan yang tak jarang berujung pada kematian. Pada stadium dini kemungkinan ada peluang untuk sembuh dengan operasi dan kemoterapi. Untuk stadium lanjut kemungkinannya kecil sekali bahkan tidak ada. Jelas para perokok pasif pun gelisah dengan risiko ini.

Beberapa orang mengaku merasa sedih walaupun sudah cukup gencar gaung setop rokok dan kebanyakan sudah memahami bahayanya asap rokok, namun tetap saja masih banyak perokok yang merokok sembarangan. “Banyak yang bilang kena kanker itu ‘takdir’, mau sehat mau nggak ya kalo udah ketentuan bakal kena.

Ya betul, kanker itu takdir tapi kita nggak tahu kan pemicu kanker itu muncul dari apa. Siapa tahu justru dari asap rokok orang lain. Pernah tahu kan takdir itu ada yang bisa diubah dan ada yang mutlak. Namun, para perokok aktif pun merasa kerap dijadikan kambing hitam atas dampak menyeramkan dari asap rokok meskipun sudah merokok pada tempat yang seharusnya.

Beberapa perokok aktif pun merasa bersalah jika asap rokok lah yang menyebabkan kanker paru yang menyerang perokok pasif. Tidak jarang pula para perokok aktif ini ingin berhenti merokok, namun mereka mengaku itu bukanlah hal yang mudah dilakukan. Kanker paru jelas penyakit yang harus diwaspadai semua orang.

Baca Juga: Ratna Sarumpaet Divonis 2 Tahun: Ini Politik Sabar Saja

Selain kanker payudara dan kolorektal (usus besar), kanker paru jadi yang paling mematikan, dengan 1,8 juta kematian pada tahun 2018. Kanker paru terbanyak diidap oleh pria. Kanker paru di Indonesia juga merupakan kanker ketiga terbanyak yang diidap baik wanita maupun pria, tercatat pada 30.023 kasus atau 8,6 persen dari keseluruhan kasus kanker. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply