Mengenal Penyakit Autoimun, yang Menyerang Raditya Dika

0
M CumaBerita.com, Jakarta. Dibanding pria, wanita lebih rentan terhadap gangguan autoimun, dan penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama dari kematian dini yang terjadi pada wanita yang berusia kurang dari 65 tahun.

Ada berbagai jenis gangguan autoimun yang terjadi pada tubuh, seperti psoriasis, rheumatoid arthritis, lupus, diabetes tipe I, multiple sclerosis, tiroid dan masih banyak lagi. Semua gangguan itu memiliki gejala yang berbeda dalam tubuh, dengan tingkat bervariasi mulai dari ringan sampai akut. Semua jenis gangguan autoimun memiliki efek pada organ yang berbeda. Namun, pada dasarnya mereka semua sama. Gangguan autoimun adalah respon imun yang disebabkan oleh peradangan sistemik yang menunjukkan tubuh Anda menyerang dirinya sendiri.

Segera setelah sistem kekebalan tubuh Anda menilai ada sesuatu yang berbahaya masuk ke tubuh, mereka mulai memproduksi antibodi untuk menangkal penyusup itu. Setiap kali tubuh Anda berhenti untuk melindungi diri terhadap sesuatu yang tidak aman seperti toksin, alergen atau jenis makanan tertentu, maka kondisi itu disebut gangguan autoimun. Komika sekaligus Youtuber Raditya Dika mengidap penyakit autoimun sejak enam tahun lalu.

Penyakit autoimun yang diidapnya menyerang kulit dan sendi-sendinya. Penyakit autoimun disebabkan oleh aktivitas sistem imun yang redah atau sebaliknya, sangat aktif. Pada sistem imun yang overaktif, sel-sel tubuh merusak dirinya sendiri. Sedangkan pada kondisi sistem imun melemah, tubuh tak mampu melindungi tubuh dari infeksi.

Sudah sejak enam tahun lalu, Raditya Dika mengidap penyakit autoimun yang disebutnya menyerang kulit dan sendi-sendi. Namun, suami dari Anissa Aziza itu tidak menyebutkan jenis penyakit autoimunnya. Menurut dokter keluarga praktisi kedokteran fungsional dr Novi Arifiani MKK Dipl ABRAAM, penyakit autoimun punya gambaran klinis yang sama dengan alergi.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Defisit? Tunggakan Peserta Mandiri Penyebabnya

Reaksi atas penyakit autoimun yang menyerang sistem kekebalan sangat bergantung pada lokasi serangan.”Hingga saat ini mungkin ada sekitar 150-an jenis penyakit autoimun yang dikenal mulai ujung rambut hingga kaki. Setiap penyakit punya reaksi, pencetus, dan penanganan yang berbeda. Dosis obatnya untuk tiap pasien juga kadang beda,” kata dr Novi. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply