Awas! Corona Tak Cuma Rusak Paru-Paru Tapi Juga Organ Lain

0
A CumaBerita.com, Jakarta. Virus corona menginfeksi saluran pernapasan dengan menyebabkan peradangan dan menyumbat kantung udara kecil di paru-paru. Dalam ronsen paru-paru pasien Covid-19 juga terlihat warna paru-paru yang memutih hampir di seluruh bagiannya.

Virus Corona menginfeksi saluran pernapasan dengan menyebabkan peradangan pada paru-paru. Namun dokter di seluruh dunia melihat adanya bukti yang menunjukkan virus Corona bisa menyebabkan peradangan pada jantung dan penyakit ginjal akut. Selain itu virus Corona COVID-19 ini juga menyebabkan kerusakan neurologis, pembekuan darah, kerusakan usus, dan masalah hati. Perkembangan itu telah mempersulit perawatan kasus virus Corona COVID-19 dengan gejala parah. Proses pemulihan pun dinilai menjadi terhambat. Para ahli dan dokter menyebut hal ini ada kaitannya dengan efek dari ‘badai sitokin’, respons sistem kekebalan yang menyerang tubuh di mana menyebabkan kondisi yang parah. Akan tetapi dokter di seluruh dunia melihat adanya bukti yang menunjukkan virus juga bisa menyebabkan peradangan jantung, penyakit ginjal akut.

Selain itu penyakit ini juga menyebabkan kerusakan neurologis, pembekuan darah, kerusakan usus, dan masalah hati. Perkembangan itu telah mempersulit perawatan kasus covid-19 yang paling parah, penyakit yang disebabkan oleh virus, dan membuat proses pemulihan menjadi kurang pasti, kata mereka. Menurut sebuah makalah oleh para ilmuwan Wuhan yang diterbitkan 9 April lalu dan dimuat dalam jurnal medis Kidney International, para peneliti di Wuhan melakukan otopsi pada orang yang meninggal karena covid-19, mereka menemukan bahwa sembilan dari 26 memiliki cedera ginjal akut dan tujuh memiliki partikel virus corona di ginjal mereka.

Baca Juga: Ini Alasan Chloroquine Picu Komplikasi Jantung

Hanya saja masih ada kemungkinan penyebab lain kerusakan organ dan jaringan harus diselidiki. Beberapa di antaranya adalah karena gangguan pernapasan, obat-obatan yang diterima pasien, demam tinggi, stres rawat inap di ICU dan dampak badai sitokin yang mungkin dialami. Virus itu juga bisa merusak jantung. Dokter di Cina dan New York telah melaporkan miokarditis, peradangan otot jantung, dan, lebih berbahaya, irama jantung yang tidak teratur yang dapat menyebabkan henti jantung pada 19 pasien. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply