Pertolongan Pertama Kasus Henti Jantung, Kenali Langkah CPR

0
P CumaBerita.com, Jakarta. Henti jantung mendadak merupakan kondisi saat jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba. Kondisi ini umumnya ditandai oleh hilangnya kesadaran dan napas yang terhenti. Kondisi ini pula yang merenggut nyawa penyanyi campursari kenamaan Didi Kempot pada Selasa 5 Mei 2020 di Solo, Jawa Tengah.

Henti jantung dapat menghambat aliran oksigen ke otak dan organ penting lain dalam tubuh yang bisa mengakibatkan kematian dalam hitungan menit. Sembari menunggu pertolongan medis datang, pemberian cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau resusitasi jantung paru bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama. CPR bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama bagi seseorang yang mengalami henti jantung mendadak. CPR sendiri merupakan usaha mempertahankan fungsi pernapasan dan pompa jantung untuk mengalirkan darah. Cara ini membuat jantung kembali memompa [darah]secara spontan dan paru-paru juga dapat melakukan pernapasan secara spontan. CPR dapat menjaga aliran darah tetap aktif dan memperbesar kemungkinan keberhasilan resusitasi saat staf medis tiba di lokasi. Kemampuan menguasai teknik CPR sangat penting dimiliki oleh semua orang. Tak hanya petugas medis, masyarakat awam pun disarankan untuk memahami proses kerja CPR.

Cara dan Langkah-langkah CPR
Ada dua versi CPR yang umum dikenal masyarakat. Pertama, adalah CPR yang bisa dilakukan oleh mereka yang sudah terlatih dan mendapatkan sertifikasi. CPR ini menggunakan teknik kompresi atau pijat dada dilengkapi dengan bantuan pernapasan mulut ke mulut. Pada pasien atau orang yang mengalami henti jantung berusia dewasa, umumnya kompresi dada dilakukan dengan kecepatan 100-120 tekanan per menit.

Tekanan pada dada dilakukan dengan kedalaman 5 sentimeter ke bawah. Sementara masyarakat umum yang tidak terlatih disarankan untuk menguasai hands-only CPR, tanpa perlu mempelajari bantuan pernapasan mulut ke mulut. CPR ini hanya memerlukan kekuatan tangan untuk melakukan kompresi dada pada pasien henti jantung. Setelah memanggil bantuan, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah melakukan kompresi atau pijat jantung.

Baca Juga: Didi Kempot Meninggal Dunia, Apa itu Code Blue?

American Heart Association merekomendasikan semua orang-yang terlatih atau yang tidak terlatih-memulai CPR dengan kompresi atau pijat jantung. Orang-orang yang terlatih seperti perawat dan dokter umumnya akan mengecek denyut nadi sebelum melakukan kompresi jantung. Sementara orang awam tak perlu melakukan pengecekan denyut nadi. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply