Selain Covid, Mengenal Gejala dan Pengobatan Badai Sitokin pada Covid-19

0
S CumaBerita.com, Jakarta. Badai sitokin dikenal juga dengan cytokine storm. Sitokin adalah protein pembawa pesan pada sistem kekebalan tubuh. Saat virus corona SARS-CoV2 menyerang tubuh, sel darah putih akan merespons dengan memberikan pesan melalui produksi sitokin. Badai sitokin merupakan suatu kondisi yang berbahaya pada pasien Covid-19.

Pada kondisi normal, sitokin akan bergerak menuju jaringan yang terinfeksi, misalnya paru-paru dan bekerja sama dengan sel darah putih untuk melawan virus. Namun, kondisi ini akan berbeda saat badai sitokin terjadi. Badai sitokin adalah kondisi saat tubuh terus menerus memproduksi sitokin sehingga kerja sitokin pun tak terkendali. Alih-alih melawan virus, badai sitokin justru menyerang organ atau jaringan. Padahal virus sudah mati atau tak ada di tubuh. Inilah yang menjadi alasan badai sitokin kerap terjadi saat seseorang dinyatakan sudah sembuh dari Covid-19. Alhasil, organ pun rusak dan kondisi pasien pun dengan cepat memburuk. Sitokin bisa memicu kematian sel dan organ. Pada kasus Covid-19, organ yang rusak umumnya adalah paru-paru dan bisa menyebabnyakan kebocoran paru, pneumonia dan kekurangan oksigen dalam darah. Kondisi ini akan meningkatkan risiko kematian pada orang orang yang terkena badai sitokin.

Gejala badai sitokin pada pasien Covid-19 umumnya sama seperti gejala infeksi Covid-19. Namun, gejala pada badai sitokin akan jauh lebih berat. Terapi atau pengobatan pasien dengan badai sitokin masih dalam penelitian. Biasanya, dokter akan memberikan pengobatan sesuai gejala yang timbul. Tingkat gejala yang parah sering kali membuat pasien dengan badai sitokin membutuhkan ventilator. Jika pasien mengalami demam, maka akan diobati demamnya, begitu juga jika pasien mengalami kesulitan bernapas, maka akan dipakaikan ventilator.

Di masa pandemi Covid-19, badai sitokin kerap terjadi setelah pasien Covid sembuh atau negatif dari virus corona. Namun, tak hanya Covid-19, badai sitokin juga dapat terjadi pada kondisi lainnya. Waspadai sejumlah kondisi kesehatan yang menyebabkan badai sitokin selain Covid-19. Badai sitokin adalah sindroma peradangan sistemik berat yang menyebabkan hiperaktivasi sel imun.

Baca Juga: Lucu! Alasan Hakim Ringankan Vonis Juliari P. Batubara Sudah Menderita Dihina

Pada badai sitokin, sirkulasi sitokin berlebihan dan bekerja tak terkendali. Badai sitokin ini harus segera diatasi agar tidak menyebabkan kerusakan otak. Hingga saat ini belum ada pengobatan khusus untuk badai sitokin. Dokter akan memberikan pengobatan untuk mengatasi gejala dan menargetkan sitokin. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply