Waspadai 5 Penyakit Tak Terduga Saat Anak Kegemukan

0
W CumaBerita.com, Jakarta. Ahli nutrisi memberikan cara yang bisa dilakukan untuk mengajak si kecil menerapkan pola hidup sehat. Beri contoh yang baik, pola hidup sehat bisa diterapkan ke si kecil jika orang tua memberikan contoh yang baik. Sebab, anak memiliki kecenderungan meniru atau mencontoh dari apa yang dilihatnya.

Setiap orang tua pasti menginginkan si kecil tumbuh menjadi anak yang sehat. Nah untuk mewujudkan impian tersebut harus mengajak si kecil menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Jika ditanamkan sejak kecil, anak akan terbiasa hidup sehat sehingga bisa mengurangi risiko penyakit di kemudian hari. Sebagian orang tua yang ingin anaknya tumbuh sehat dan gemuk, agar terlihat menggemaskan. Bagi orang kebanyakan, tubuh gemuk menjadi tolak ukur anak tumbuh sehat. Namun benarkah pendapat tersebut? Ternyata, anak yang gemuk mungkin saja menunjukkan bahwa terkena obesitas. Orang tua perlu menyadari bahwa berat badan yang sehat di masa anak-anak lebih dari sekadar masalah estetika.

Studi menunjukkan bahwa obesitas pada anak-anak dan remaja dapat menjadi prediktor tidak hanya berat badannya di kemudian hari, tetapi juga kesehatan secara keseluruhan dan umur panjang. Seorang anak bisa dikategorikan obesitas jika berat badannya lebih dari batas normal yang ditentukan berdasarkan umur atau tinggi badan. Selain obesitas, dampak lain dari kelebihan berat badan pada anak adalah si kecil bisa lebih mudah lelah saat beraktivitas dan sesak napas.

Si kecil juga bisa memiliki masalah kulit seperti terdapat lipatan lemak pada paha and ketiak, sehingga menyebabkan gatal dan biang keringat yang tentu akan mengganggu aktivitasnya. Dampak jangka pendek lain yang bisa terjadi adalah efek psikologis karena sering diolok-olok gemuk oleh temannya maka dia jadi tidak mau bergaul, pemalu, dan akan punya social behavior problem.

Dampak jangka panjang tentulah kalau dibiarkan akan mengakibatkan gangguan penyakit non communicable disease seperti darah tinggi, diabetes, kolesterol, dan lainnya. Agar si kecil terhindar dari obesitas, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Misalnya mengajak si kecil melakukan aktivitas fisik secara rutin seperti berjalan kaki mengelilingi komplek.

Baca Juga: Video Polisi Meringkus Pelaku Penembakan Selandia Baru

Bisa juga dengan memilihkan ekstrakurikuler yang membutuhkan aktivitas fisik seperti olahraga. Selain itu harus mengatur pola makan dan ngemil si kecil dengan memperhatikan asupan nutrisi. Hindari makanan manis, gorengan, atau makanan berlemak. Batasi juga camilan si kecil dan kurangi memberinya junk food serta makanan kalengan. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply