Sosok Perempuan Indonesia, China dan Vietnam di Balik Gerakan Tanpa Sampah

0
S CumaBerita.com, Jakarta. Foto sungai-sungai yang tersumbat plastik di Indonesia dan paus mati terdampar di pantai Filipina menyebar di media sosial. Berbagai kejadian ini membuat sejumlah orang mulai menerapkan gerakan tanpa sampah.

Indonesia, China, dan Vietnam termasuk negara dengan penghasil sampah plastik terburuk dunia, menurut laporan Ocean Conservancy 2015. Para pegiat gerakan ini termasuk tiga perempuan di Indonesia, China dan Vietnam. Mereka berbicara kepada BBC terkait dengan langkah mereka mengurangi sampah. Astri Puji Lestari, 30 tahun, adalah seorang arsitek di Bandung yang berusaha hidup “tanpa-sampah” dalam delapan tahun terakhir. Astri Puji Lestari menggunakan akun Instagram-nya untuk menyebarkan gaya hidup tanpa-sampah kepada para pengikutnya. Kejadian yang menyadarkannya tentang masalah sampah adalah longsor di sebuah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 14 tahun lalu di Bandung.

Kejadian ini menimbulkan korban jiwa dan mengubur sejumlah desa. Carrie Yu dari Beijing. Carrie dan Joe berhasil memasukkan sampah yang tidak bisa didaur ulang selama tiga bulan ke dalam dua stoples. Gerakan ini berupa pengurangan konsumsi, meminimalkan jumlah limbah, mendukung pengkomposan dan daur ulang sementara memastikan produk yang Anda pakai ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Carrie (Yu Yuan) adalah satu dari sejumlah perempuan China yang bergabung dalam gerakan tanpa-limbah dunia.

Bersama-sama dengan rekannya Joe Harvey dia membuka toko tanpa-sampah pertama di ibu kota China, Beijing pada tahun 2018. Saat belajar di Jepang, Thao Hoang menjadi tertarik dengan cara mengatasi masalah limbah Vietnam. Thao Hoang mengamati bagaimana sejumlah pengecer Jepang memberikan insentif kepada para konsumen untuk membawa tas mereka sendiri ke toko dengan cara memberikan potongan harga.

Setelah kembali di Vietnam, Thao Hoang berpikir apakah dirinya dapat menjadi contoh dengan menunjukkan kepada orang lain terkait betapa mudahnya menjalankan hidup tanpa-sampah. Thao Hoang berharap lewat tindakannya dirinya akan mendidik sesama warga terkait betapa pentingnya masalah polusi plastik. Thao Hoang menjalankan ‘Go Eco Hanoi’, sebuah toko tanpa sampah di Vietnam.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pemobil Jagoan Todong Senpi Berjalan Lawan Arah di Jakpus

Thao Hoang kemudian menciptakan halaman Facebook She created the Facebook page Ni Khng Vi Ti Nylon (Katakan Tidak Terhadap Tas Plastik) pada tahun 2016. Sekarang lebih dari 70.000 pengikut yang mendukungnya dan terlibat dalam lokakarya yang Hoang selenggarakan. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply