Kenali Bahaya Belajar di Bawah Tekanan, Hari Anak Nasional

0
K CumaBerita.com, Jakarta. Proses belajar sering kali diterapkan pada anak dengan tekanan dan kekerasan. Hari anak nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli mengingatkan kembali mengenai hak anak untuk belajar.

Dihidup ini sebagian orang takut dan khawatir ketika menghadapi tekanan yang harus dilalui ketika meningkat ke level yang lebih tinggi baik itu untuk anak atau orang dewasa, cepat atau lambat setiap orang akan berhadapan dengan situasi ini. Dimana taruhannya tinggi karena hasilnya penting. Performa sukses dalam situasi kritis tidak berasal dari bawaan lahir, tapi keterampilan ini bisa dipelajari atau seni menjalankan dalam situasi menekan atau stres tinggi seolah-olah mereka melakukan dalam kondisi sehari-hari bahkan beberapa pelaku yang paling berpengalaman dan berbakat sekalipun kadang kurang akan keterampilan ini, tapi siapapun dapat mengembangkannya.

Siapapun yang memiliki sikap ini bukanlah suatu keberuntungan tetapi keberanian untuk terus berjuang demi final atau akhir yang diharapkan dan melakukan tindakan yang dapat kita perbuat ketika dibawah tekanan dan menjadi hebat dibawah tekanan adalah kerja keras. Rahasia agar selalu terlihat mampu sukses disaat tekananyang besar,seseorang harus sering menempatkan diri disana dalam situasi itu lebih sering,dari pada orang lain, dan juga pernah gagal lebih sering dari pada orang lain juga.

Akan tetapi sepanjang perjalanan itu juga bisa menikmati keberhasilan. Seperti ketika latihan dan lupakan juga hilangkan beban dalam pikiran agar pikiran jadi tenang , sukses di situasi tertekan sulit mentransfer apa yang dapat anda lakukan disaat situasi biasa atau tenang dan santai ke dalam situasi yang tegang jika ini mudah.

Belajar yang penuh tekanan dampaknya jadi bullying, tawuran, narkoba, merokok, seks bebas, dan sebagainya. Tidak sedikit anak-anak yang frustasi dengan jam sekolah dari pagi sampai sore. Sekolah dan gaya belajar merupakan pilihan anak, hak anak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Baca Juga: Ini Manfaat Kunyit dan Temulawak untuk Kulit, Tips Jokowi Rajin Minum Jamu

Artinya anak tidak ditekan dengan pendidikan yang penuh, harus rapih, harus duduk manis, kadang kadang tidak cocok untuk semua anak. Jadi biarkan mereka memilih bahwa belajar itu yang penting mengasyikan, itu akan efektif. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply