Fakta Soal Vape yang Wajib Diketahui

0
F CumaBerita.com, Jakarta. Meskipun masih belum jelas kaitan penyakit paru-paru dan jenis produk vape yang mereka gunakan, tetapi bahan kimia yang ada di dalam vape yang kemungkinan menjadi biang keladinya. Baru-baru ini, otoritas kesehatan Amerika Serikat (AS) melaporkan ratusan kasus potensial penyakit paru-paru yang berkaitan dengan dengan vape atau rokok elektrik. Satu pasien dinyatakan meninggal dunia dan kemungkinan menjadi kasus pertama kematian akibat vape.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa fakta dari vape yang wajib diketahui semua orang.

Sama bahaya dengan rokok konvensional
Alih-alih ingin berhenti merokok, kebanyakan orang justru beralih ke vape. Menurut Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA(K) vape tidak kurang bahayanya dari rokok biasa. Bahkan tidak ada bukti kuat bahwa rokok elektrik dapat membantu seseorang untuk berhenti merokok.

Perasa pada vape berbahaya bagi jantung dan paru-paru
Berbagai perasa pada vape disebut-sebut enak, namun dapat mengancam kesehatan jantung. Penelitian yang dilakukan oleh Stanford University’s Cardiovascular Institute ini menyoroti bagaimana zat kimia di dalam uap vape membahayakan jantung.

Ada kandungan berbahaya di vape yang tidak ada di rokok
TAR adalah senyawa kimia dan kumpulan bahan kimia yang akan beredar dalam asap hasil pembakaran. Sedangkan karbon monoksida adalah gas yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Keduanya adalah bahan kimia yang membahayakan kesehatan.

Vape dapat merusak otak
Kadar nikotin yang tinggi dalam vape mempengaruhi reseptor khusus dalam sel induk saraf. Nikotin menutupi reseptor dan memungkinkan kalsium dan ion lain masuk ke dalam sel, yang dapat menyebabkan kerusakan sel.

Sekali isap, rusak jaringan pembuluh darah
Sebuah penelitian baru menunjukkan efek dari penggunaan vape dan keterkaitannya dengan pembuluh darah. Studi tersebut menuliskan terdapat perubahan fungsi kardiovaskular seperti jantung dan pembuluh darah setelah nge-vape meski dalam kasus ini, liquid atau cairan vape tidak mengandung nikotin.

Baca Juga: Rilis Album: Red Velvet, ‘The ReVe Festival: Day 2’

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Radiology menyimpulkan meski orang yang menggunakan vape terlihat sehat, saat mereka diperiksa dengan MRI ditemukan perubahan aliran darah dalam arteri femoralis di kaki meski baru sekali digunakan. Sayangnya, peneliti belum bisa menentukan bahan kimia mana yang bertanggung jawab atas perubahan dan kerusakan tersebut. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply