Apa Itu Hyperlaxity? Posisi Duduk Jokowi yang Viral

0
A CumaBerita.com, Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) duduk dengan cara yang tak biasa. Presiden Joko Widodo (Jokowi) duduk dengan kaki menyilang hanya di bagian telapak kakinya dan ‘mempertemukan’ ujung jari kedua kakinya.

Cara duduk menyilang Presiden Jokowi saat tengah memperkenalkan menteri-menteri di Kabinet Indonesia Maju jadi perhatian netizen. Hyperlaxity adalah kondisi di mana seseorang punya elastisitas atau kelenturan tubuh yang tinggi. Ini seperti urat dan otot yang kendor. Hyperlaxity bisa diibaratkan sebagai kelenturan tubuh yang lebih tinggi dibanding elastisitas. Dengan kata lain, orang yang hyperlaxity punya fleksibilitas yang lebih tinggi daripada orang yang bertubuh fleksibel. Hyperlaxity disebut juga sebagai sendi atau otot longgar, atau sendi hypermobile (hypermobility joint). Kondisi ini menggambarkan kemampuan sendi untuk bergerak di luar rentang gerak normal. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak-anak dan kemampuannya menurun seiring bertambahnya usia.

Pada anak-anak hal ini bisa terjadi karena jaringan ikat mereka belum sepenuhnya berkembang. Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya, namun dianggap juga bisa terkait dengan kelainan perkembangan tulang yang diturunkan yaitu sindrom Ehlers-Danlos, dan gangguan jaringan ikat yaitu sindrom Marfan.

Hyperlaxity ini biasanya disebabkan oleh bentuk tulang dan kedalaman soket sendi yang berbeda dan riwayat keluarga. Posisi duduk Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat pelantikan Kabinet Indonesia Maju jadi perbincangan. Ada yang menyebutnya efek kamera, ada juga yang mengaitkannya dengan kondisi hyperlaxity.

Dalam video yang beredar, Presiden Joko Widodo (Jokowi)tampak duduk lesehan dengan kaki menyilang di tangga istana negara. Menariknya, posisi telapak kakinya menekuk sedemikian rupa dengan sudut yang sangat tidak lazim. Seseorang dengan hypermobility atau hyperlaxity mampu menggerakkan persendian tanpa kesakitan hingga melebihi ‘range of motion’ atau rentang gerak normalnya.

Baca Juga: Indonesia Resmi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021

Penyebabnya macam-macam, bisa jadi karena jaringan ikatnya sangat lemah, atau otot di sekitarnya yang kurang kuat. Hyperlaxity atau hypermobility umumnya tidak berhubungan dengan kondisi lain yang membahayakan. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply