#LayanganPutus, Kisah Perselingkuhan Suami

0
# CumaBerita.com, Jakarta. Meskipun kini postingan tulisan asli telah dihapus, banyak netizen yang menyebarkan tangkapan layar dari postingannya itu ke media sosial.

#LayanganPutus merupakan cerita dua bagian tentang seorang istri yang memiliki empat anak, dan suaminya tiba-tiba menghilang tak ada kabar. Cerita dengan tagar #LayanganPutus yang dibagikan wanita dengan nama akun mommi Asf di Facebook menjadi viral. Wanita yang mengaku ibu empat anak itu mengungkapkan kisah sedih yang dialaminya karena suami menikah lagi dengan wanita lain, tanpa sepengetahuannya. Sang istri tentu sangat mencemaskannya dan menduga suaminya yang religius ini tengah berjihad, karena membawa paspor. Namun, tak disangka suaminya malah pergi ke Turki untuk bulan madu bersama istri barunya. Mengetahui suami yang dicintai menikahi wanita lain dan diam-diam poligami, tentu membuat perasaan penulis hancur. Ia pun memilih untuk bercerai, dan resmi menjadi janda setelah dinikahi selama 8 tahun.

“Bukan saatnya tumbang, aku bukan layangan putus yang tak tentu arah. PR ku masih banyak, keempat anak ini punya masa depan yang indah. Aku percayakan semua pada penopangku Allah sang Maha Baik,” tulisnya. “Jauh di lubuk hati, doaku untuk mantan suami. Aku tidak mampu lagi menunaikan kewajiban sebagai seorang istri untuknya. Dia resmi bukan milikku sekarang, kulepaskan segala memori perjuangan cinta kami yang dulu,” tulisnya lagi.

Mommi Asf bukan orang pertama yang menuliskan kisah mendua sang suami dan menjadi viral. Sebelumnya sudah banyak wanita yang melakukan hal serupa dan cerita curhatan mereka menjadi atensi netizen. Dari sudut pandang psikologi, menuliskan kisah pahit, apapun itu, termasuk mengenai perselingkuhan suami, ternyata memang bisa berguna untuk kondisi wanita yang diduakan pasangannya.

Psikolog keluarga Ayoe Sutomo mengungkapkan, menuliskan kisah sedih kehidupan rumah tangga dan kemudian menjadi viral bisa menjadi wadah untuk melampiaskan stres. Ayoe mengatakan, stres dan marah karena dikhianati oleh pasangan merupakan bentuk emosi negatif.

“Emosi, apapun itu bentuknya, negatif atau positif, harus tersalurkan. Dan menurut penelitian, emosi negatif lebih urgent untuk diekspresikan. Maka untuk kasus ini, memviralkan bisa menjadi stress-relief, itu benar,” terangnya saat dihubungi Wolipop beberapa waktu lalu. Dengan menuliskan kisah pahitnya di media sosial, seorang istri juga bisa dapat memenuhi kebutuhannya akan dukungan moril.

Baca Juga: Toyota Raize, Harga Lebih Murah dari Rocky 2019

“Orang kalau curhat di media sosial, kebutuhan untuk mencari dukungan jelas terpenuhi lewat likes atau komentar yang didapat dalam waktu singkat. Itu adalah contoh bentuk dukungan emosi yang didapat,” ujar Ayoe lagi. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply