Mengenal Perbedaan Full Remote Work Dan Work From Home

0
M CumaBerita.com, Jakarta. Apakah full remote work itu? Kedengarannya tak jauh berbeda dengan work from home. Jika bekerja dari rumah atau work from home betul-betul dimaknai melakukan pekerjaan atau tugas kantor dari rumah, sementara full remote work (FRW) adalah bekerja jarak jauh.

Kehidupan di dunia kerja setelah munculnya pandemi virus corona ini sudah pasti berbeda. Di tengah ketidakpastian berakhirnya wabah ini kemudian muncul konsep Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Selain itu, beberapa perusahaan juga diperkirakan mulai melirik konsep full remote work. Dengan konsep FRW, pekerja bisa melakukan pekerja di manapun asalkan target terpenuhi atau tugas rampung terselesaikan. Perusahaan yang menggunakan konsep ini memungkinkan pekerjanya berada di daerah bahkan negara yang berbeda dengan kantor berada. Pilihan full remote work juga bukan keputusan mudah. Kebijakan ini diambil usai mempertimbangkan sejumlah aspek seperti waktu dan wilayah yang menjadi terbatas di tengan wabah corona, juga kesehatan mental pekerjanya.

Adapun beberapa perbedaan antara work from home dengan full remote work di antaranya:

Pola pikir
Konsep WFH memungkinkan pekerja memiliki pola pikir yang berorientasi pada offline sehingga berujung pada membawa budaya kerja kantor ke rumah. Sedangkan FRW memiliki pola pikir berorientasi pada online sehingga seluruh pekerjaan dilakukan tak terbatas ruang dan waktu.

Jam kerja
Saat menjalankan WFH, Anda akan tetap terikat pada jam kerja kantor hanya saja seluruh kegiatan dilakukan di rumah. Tapi FRW berbeda, jam kerja bisa disesuaikan dengan waktu yang nyaman bagi Anda asalkan atas persetujuan dengan pihak kantor–termasuk jika ada perbedaan zona waktu.

Komunikasi dan rapat
Konsep WFH mengutamakan komunikasi lisan, Anda akan sering bertelepon ataupun melakukan panggilan video. Begitupun dengan rapat (meetings). Bahkan ada kalanya durasi bisa lebih panjang karena boleh jadi akan banyak update atau pembaruan informasi dari masing-masing divisi dibanding diskusi. Sedangkan komunikasi ketika FRW lebih banyak dilakukan secara tertulis berupa laporan perkembangan. Begitu pula dengan meeting, pekerja dan bos memanfaatkan aplikasi Slack ataupun Google Docs. Meeting pun bisa dilakukan secara online kendati para pekerja ada di lokasi yang sama.

Baca Juga: Ayah Khabib Meninggal, Sebelumnya Sudah Maafkan McGregor

Psikologis
Konsep WFH disebut lebih banyak memberikan tekanan kepada para pekerja. Sedangkan full remote work diklaim cenderung mampu mengurangi stress karena pekerja bisa menyesuaikan waktu juga beban kerja dengan kemampuan diri. Namun tantangannya, dalam penerapan full remote work, kecakapan dan ketrampilan kepala divisi atau ketua tim memahami anak buahnya akan diuji. Perlu lebih detail dalam mengaplikasikan konsep ini. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply