Makna Tradisi Perayaan Tahun Baru Islam di Indonesia

0
M CumaBerita.com, Jakarta. Tradisi Tahun Baru Islam ini biasanya dilakukan menjelang pergantian tahun, saat pergantian tahun, dan juga setelah pergantian tahun. Tradisi ini tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Tahun Baru Islam 1443 Hijriah dimulai pada 1 Muharram yang bertepatan dengan Selasa, 10 Agustus 2021. Umat Islam di dunia merayakan tahun baru Hijriah dengan sejumlah tradisi, begitu juga dengan Indonesia. Tradisi menyambut Tahun Baru Islam di Indonesia umumnya memadukan unsur dalam agama dengan budaya setempat. Tradisi Tahun Baru Islam ini biasanya dilakukan menjelang pergantian tahun, saat pergantian tahun, dan juga setelah pergantian tahun. Tradisi ini tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Pada masa pandemi Covid-19 ini, sejumlah tradisi tahun baru Islam terpaksa tak bisa dilakukan. Atau, kalaupun tetap dilakukan maka bakal dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat. Berikut beberapa tradisi Tahun Baru Islam atau 1 Muharram di Indonesia.

1. Tradisi Tabuik, Pariaman
Di Pariaman, Sumatra Barat, orang menyambut Tahun Baru Islam melalui gelaran upacara Tabuik atau Tabut. Tradisi ini memperingati hari Asyura pada 10 Muharram. Upacara ini dilakukan untuk mengenang gugurnya Imam Husain Cucu, Nabi Muhammad SAW. Tradisi tersebut dilakukan dengan serangkaian pembuatan tabuik dari 1 Muharram hingga 10 Muharram. Pada 10 Muharram, tabuik diarak dan dibuang ke laut.

2. Grebeg Suro, Ponorogo
Masyarakat Ponorogo merayakan Tahun Baru Islam dengan tradisi Grebeg Suro. Pada tradisi ini masyarakat menggelar pawai, kirab sejarah, larungan doa, dan seni reog. Warga di Ponorogo, Jawa Timur juga mengadakan tirakatan, yaitu tidak tidur semalaman untuk menyambut tahun baru Islam.

3. Tradisi 1 Suro Kirab Kebo Bule, Surakarta
Ilustrasi. Kirab kebo bule adalah salah satu bagian dari rangkaian tradisi perayaan 1 suro di Surakarta, Jawa Tengah. Tradisi 1 Suro di Jawa berawal dari Sultan Agung yang menyebarkan Islam melalui perpaduan ajaran dengan tradisi Jawa. Orang Jawa menyebut 1 Muharram dengan 1 Suro. Di sejumlah daerah di Jawa digelar tradisi 1 suro. Tradisi 1 suro di Jawa berawal dari Sultan Agung yang menyebarkan Islam melalui pemaduan ajaran dengan tradisi Jawa.

4. Upacara Bubur Suro, Jawa Barat
Masyarakat Sunda menyambut Tahun Baru Islam dengan Upacara Bubur Suro. Upacara ini dilakukan untuk memperingati tahun baru Islam dan mengenang peristiwa 10 Muharam. Biasanya, masyarakat Sunda akan menyiapkan bubur merah dan bubur putih yang disajikan secara terpisah lalu dibawa ke masjid. Di masjid, orang-orang lantas melakukan sejumlah tradisi untuk memperingati tahun baru Islam.

Baca Juga: Ucapan Tahun Baru Islam, Unik dan Menarik

5. Tradisi Nganggung, Bangka Belitung
Masyarakat Bangka Belitung merayakan Tahun Baru Islam atau 1 Muharram dengan tradisi Nganggung, yang berarti makan bersama. Warga bakal berkumpul dan menikmati makanan yang disajikan secara bersama-sama. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply