Makanan Ini Pantang Dihidangkan Saat Imlek, Dianggap Pembawa Sial

0
M CumaBerita.com, Jakarta. Sarat akan makna dan budaya, Imlek bukan sekadar perayaan hari besar saja. Saat Imlek berlangsung, aturan atau pakem-pakem tertentu juga harus dijalani dengan hati-hati. Saat perayaan Imlek, orang Tionghoa mempercayai ada makanan-makanan pembawa nasib buruk atau kesialan yang tidak boleh dihidangkan. Dalam hal makanan, beberapa menu justru disarankan untuk dikonsumsi karena merupakan lambang keberuntungan. Namun ada juga makanan yang dijadikan pantangan. Beberapa makanan yang dilarang untuk dikonsumsi saat Imlek bahkan ada yang dikatakan sebagai simbol kematian.

Berikut makanan yang dianggap pembawa sial saat Imlek.

Sayap ayam
Seekor ayam utuh yang disajikan di atas meja makan saat perayaan Imlek dipercaya sebagai lambang kesehatan saat memasuki tahun yang baru. Tetapi berbeda dengan sayap ayam yang disajikan terpisah dengan seekor ayam secara utuh.

Makanan putih
Segala hal yang berwarna putih dilarang untuk digunakan atau dinikmati saat perayaan Imlek, termasuk makanan. Makanan berwarna putih seperti susu, tahu, dan yang lainnya dikatakan harus dihindari selama perayaan Imlek.

Bubur
Bubur dipercaya oleh keturunan Tionghoa sebagai simbol kemiskinan. Tidak menyajikan atau menyantap bubur saat Imlek dipercaya dapat menangkal kemiskinan yang melanda saat memasuki tahun baru.

Labu
Labu menjadi salah satu makanan yang dilarang untuk dikonsumsi pada saat Imlek. Pelafalan labu dalam bahasa China yaitu ‘gwa’ memiliki bunyi yang serupa ‘kematian’. Penyebutan yang mirip dengan kata-kata yang berarti hal buruk juga begitu dihindari saat perayaan Imlek.

Lobster
Punya rasa yang nikmat dan cocok disantap bersama keluarga tetapi cara hidup lobster menjadi permasalahan yang membuatnya dilarang untuk dikonsumsi. Lobster diketahui berenang dan bergerak dengan arah mundur bukan maju ke depan.

Kepiting
Dilarangnya kepiting untuk dinikmati saat Imlek ini memiliki hubungan dengan cara jalannya. Saat hidup, kepiting berjalan miring dan tidak maju. Hal ini dianggap akan berdampak bagi siapa saja yang mengonsumsinya saat perayaan Imlek.

Baca Juga: Danilla Riyadi Penyanyi Cantik, Nyanyi Cuma Dibayar Nasi Besek

Makanan berjumlah ganjil
Saat merayakan makan malam menyambut Imlek, menurut kepercayaan orang Tionghoa sangat dilarang untuk menyajikan makanan berjumlah ganjil. Minimal makanan harus disajikan dalam hitungan genap. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply