Pada pertandingan ini Timnas Indonesia diperkuat pemain naturalisasi, Stefano Lilipaly. Penggawa SC Cambuur itu akan tampil melawan Puerto Rico setelah tempatnya digantikan Adam Alis saat beruji coba melawan Kamboja. Lilipaly menyusul empat pemain senior, Kurnia Meiga, Fachrudin Aryanto, Bayu Pradana, dan Irfan Bachdim yang sudah lebih dahulu bermain melawan Kamboja.
Kelima pemain ini akan bertugas membimbing para pemain muda di skuat Tim Garuda. Namun duel Timnas Indonesia versus Puerto Rico berakhir dengan hasil 0-0. Sebuah hasil yang tidak bisa dibilang bagus mengingat Timnas Garuda memiliki lebih banyak peluang emas, terutama pada babak kedua.
Berdasarkan pengamatan, Luis Milla masih memiliki pekerjaan rumah yang harus dikebut menjelang Kualifikasi Piala AFC U-23 2018 pada 19-23 Juli 2017 di Bangkok, Thailand. Dari catatan statistik, penguasaan bola Timnas Indonesia memang kalah dibanding Puerto Rico, 45% berbanding 55%.
Baca Juga: Foto Menteri Susi Pudjiastuti Tidur di Bangku Bandara Tak Kuasa Tahan Lelah
Namun untuk efektivitas serangan dan menciptakan peluang, Indonesia lebih baik, terutama pada babak kedua. Jika pada babak pertama Indonesia hanya memiliki dua peluang emas, pada babak kedua ada empat peluang bersih yang seharusnya bisa dioptimalkan menjadi gol. Sayang, buruknya penyelesaian akhir membuat kesempatan itu terbuang sia-sia. (Fan/Tyd)