Mobil Listrik Lebih Butuh Fitur Ini, Ketimbang Suara

0
M CumaBerita.com, Jakarta. Pemerintah tengah merampungkan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Melalui revisi beleid tersebut pemerintah akan memberikan insentif fiskal bagi kendaraan listrik berupa pembebasan PPnBM.

Tidak seperti mobil bermesin pembakaran dalam yang mengeluarkan suara dari area mesin dan lubang knalpot, mobil listrik dengan basis baterai nyaris tanpa suara. Maka itu muncul pendapat kalau mobil listrik perlu diberikan suara buatan, supaya saat dikendarai, keberadaannya bisa dirasakan oleh pengguna jalan lain. Menurut Presiden Direktur Prestige Motorcars Rudy Salim, mobil-mobil listrik yang ada di Indonesia saat ini memang belum ada yang dilengkapi dengan suara buatan. Namun Rudy mengaku siap memberikan suara buatan di model-model Tesla yang dijualnya. Namun demikian, ia berharap pemerintah tidak akan membuat aturan yang mewajibkan mobil-mobil listrik punya suara artifisial. “Karena mobil combustion engine saja berlomba-lomba dari tahun ke tahun membuat mobil semakin senyap.

Sedangkan mobil listrik yang sudah senyap kok malah suruh ngeluarin suara,” terang Rudy, di sela-sela peluncuran Tesla Model 3, di Jakarta, belum lama ini. Lanjut Rudy, ketimbang menghadirkan suara di sebuah mobil listrik, fitur-fitur safety yang justru lebih dibutuhkan. Sebagai informasi, pemerintah akan membuat peraturan terkait suara mobil listrik. Kewajiban bagi mobil listrik untuk memiliki suara buatan, akan diterapkan Kementerian Perhubungan pada 2021 mendatang.

Bahkan, suara di mobil listrik akan menjadi salah satu poin penilaian dalam Uji Tipe. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal mengkaji kewajiban operator angkutan umum menggunakan kendaraan listrik sebagai armada mereka. Hal ini dilakukan untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Budi mengungkapkan saat ini beberapa operator sudah mulai mengoperasikan kendaraan listrik. Salah satunya, operator taksi Blue Bird. Selain itu, operator Transjakarta juga sudah membeli dua armada bus listrik yang bakal segera beroperasi setelah Kemenhub menerbitkan aturan mengenai uji tipe kendaraan listrik.

Baca Juga: Tips Berkendara Aman Di Jalan Tol

Selanjutnya, operator taksi daring seperti Grab juga mulai menggunakan kendaraan listrik. Budi menargetkan porsi kendaraan umum listrik bisa mencapai 30 persen pada 2021. Untuk itu, selama 2 tahun ke depan pemerintah akan menyiapkan infrastruktur yang diperlukan seperti stasiun pengisian isi ulang baterai (charging station) kendaraan listrik. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply