Hal Yang Haram Dilakukan Pada Mobil Matik

0
H CumaBerita.com, Jakarta. Diantara kelebihan mobil matik adalah menawarkan kepraktisan dan kemudahan dalam pengendaraan. Mobil bertransmisi otomatis ini juga menjadi pilihan sebagian besar konsumen mobil di Indonesia saat ini. Namun ada hal-hal yang haram dilakukan saat mengendarai mobil matik. Ada beberapa pantangan saat mengendarai mobil dengan transmisi otomatis. Jika pantangan ini dilanggar, maka siap-siap mobil matik Anda akan mengalami kerusakan di komponen mesin. Apa saja larangan itu?

1. Jangan pindahkan transmisi ke posisi netral di jalan menurun
Barangkali ada pemilik mobil matik, yang berpikir ketika melintasi turunan tanpa memasukkan gigi akan lebih hemat bahan bakar. Padahal cara ini salah, dan jika tuas transmisi sering diposisikan netral, maka bisa menyebabkan sistem transmisi jebol.

2. Jangan pindahkan gigi pada posisi ‘P’ ketika mobil belum berhenti
Ketika Anda hendak memarkir mobil mobil, pastikan mobil sudah berhenti sepenuhnya, sebelum memindahkan transmisi ke posisi ‘P’. Memindahkan tuas transmisi saat mobil belum berhenti, berisiko merusak transmisi dan memperpendek umur transmisi. Terlebih tuas P untuk parkir bukan untuk mengerem kendaraan.

3. Jangan Langsung Menggeber Mesin
Beberapa pemilik mobil matik punya kebiasaan menggeber mobil sebelum dikendarai. Caranya, ia akan memosisikan gigi di netral lalu langsung menginjak pedal gas cukup dalam dan langsung memindahkan gigi transmisi ke posisi ‘drive’. Hal ini sangat tidak disarankan karena berisiko merusak komponen transmisi dan juga clutch pada kendaraan.

4. Jangan memasukkan gigi dan menginjak rem di lampu merah
Jika Anda masih memasukkan gigi dan menginjak rem ketika mobil matik berhenti dalam waktu lama saat macet atau lampu merah, maka kebiasaan itu harus dihilangkan. Kita sebaiknya memindahkan tuas transmisi itu dari D (drive) ke posisi netral. Kebiasaan menginjak rem dalam kondisi tuas gigi masih berada di posisi D, akan membuat umur transmisi lebih pendek daripada seharusnya. Sebab ketika itu dilakukan, mesin masih terus bekerja, sementara roda tidak berputar.

Baca Juga: Daftar Pemenang Grand Bell Awards 2020

5. Jangan pindahkan tuas ke gigi mundur saat kendaraan belum sepenuhnya berhenti
Sebelum mengganti posisi gigi, dari posisi gigi D (drive) ke posisi gigi R (reverse) atau sebaliknya, pastikan kendaraan sudah dalam posisi diam. Artinya Anda mamakai rem untuk berhenti, bukan berhenti karena adanya perubahan transmisi. Ingat, transmisi dirancang hanya untuk mengganti gigi sementara untuk membuat mobil berhenti disarankan untuk selalu pakai rem. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply