Hacker Surabaya Black Hat Hanya 5 Menit Bisa Kantongi Rp 200 Juta Per Tahun

0
H CumaBerita.com, Jakarta. Tiga peretas 600 situs di 40 negara ternyata mahasiswa IT di salah satu kampus di Surabaya, Jawa Timur. Mereka mendapat julukan “Surabaya Black Hat”. Jaringan peretas ini beranggotakan 600-700 orang yang tersebar di sejumlah daerah. Namun, pihak kepolisian baru menangkap tiga orang.

Penangkapan tiga pelaku peretasan kelompok Surabaya Black Hat (SBH) berinisial NA, ATP, dan KPS bermula dari informasi Internet Crime Complaint Center (IC3). IC3 merupakan badan investigasi utama dari Departemen Keadilan Amerika Serikat (DOJ) Biro Investigasi Federal AS (FBI). Selain meretas situs luar negeri, mereka juga meretas beberapa perusahaan yang ada di Indonesia. Atas perbuatannya, mereka akan dijerat dengan Pasal 30 jo 46 dan atau Pasal 29 jo 45B dan atau 32 Jo Pasal 48 UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukumannya 8 tahun hingga 12 tahun penjara.

Kepada polisi, tersangka berinisial KPS mengaku sebagai pendiri SBH yang telah melakukan peretasan terhadap kurang lebih 600 situs di dalam dan luar Indonesia. Dalam setahun, satu orang anggota peretas website Surabaya Black Hat (SBH) dapat mengantongi hasil meretas Rp 200 juta. Modus yang mereka lakukan adalah dengan mengirimkan email kepada admin website yang diretas.

Mereka meminta tebusan jika ingin sistemnya pulih. Dari tiga tersangka polisi mendapatkan informasi bahwa komunitas ini memiliki sekitar 600 hingga 700 anggota hacker lainnya yang tersebar di berbagai daerah. Kelompok Surabaya Black Hat hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk melakukan peretasan.

Baca Juga: Stephen Hawking Meninggal Dunia, Wariskan Teori Segala Hal pada Dunia

Para tersangka mengaku melakukan peretasan dengan dalih melakukan penetration testing pada suatu sistem. Penetration test merupakan sebuah metode untuk melakukan evaluasi terhadap keamanan sebuah sistem dan jaringan komputer dengan cara melakukan sebuah simulasi serangan (attack). Namun Penetration Test yang dilakukan para tersangka bersifat ilegal. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply