Begini Cara Kerja Aplikasi Truecaller, Viral Grup WA Anak STM

0
B CumaBerita.com, Jakarta. Trucaller mengenalkan dirinya sebagai aplikasi caller ID, di mana mereka mempunyai database nomor telepon lengkap dengan ‘nama’ pemilik nomor telepon tersebut. Data tersebut berasal dari daftar kontak 150 juta pengguna aktif harian yang dikumpulkan oleh Truecaller.

Aplikasi Truecaller tengah menjadi bahan perbincangan netizen untuk mencari pemilik nomor ponsel yang ada di screenshot yang diduga grup WhatsApp siswa STM terkait aksi demo. Seperti apa cara kerja aplikasi ini? Sejatinya, fungsi Truecaller ini berguna untuk menghindari telepon-telepon yang tak diinginkan, misalnya penawaran kartu kredit atau asuransi. Yaitu dengan mengandalkan orang lain yang sudah menandai nomor telepon yang sama dengan label spam. Dalam deskripsi di situs resminya, perusahaan asal Swedia ini menyebut awalnya hanya mau menciptakan layanan yang membuat penggunanya bisa mengidentifikasi panggilan telepon yang masuk dari nomor tak dikenal. Pendirinya adalah Nami Zarringhalam dan Alan Mamedi, yang mendirikan Truecaller pada 2009 di Stockholm, Swedia.

Kini mereka mengklaim mempunyai 150 juta pengguna aktif harian, dengan 500 juta penginstal aplikasi, dan 1 juta pengguna premium di seluruh dunia. Saat ini ramai dibahas netizen, diduga grup WA itu sengaja dibentuk oknum polisi untuk mendiskreditkan anak STM. Setidaknya ada 4 tangkapan layar sebuah grup siswa STM yang tersebar.

Di situ ada percakapan sejumlah orang terkait aksi demo ricuh. Nomor-nomor handphone yang terlibat percakapan di grup itu ikut terpampang. Tangkapan layar grup WA ini pun viral di medsos dan jadi bahasan netizen. Namun beberapa netizen menduga tangkapan layar grup WA yang tersebar itu diduga sengaja dibuat untuk memojokkan siswa STM yang ikut aksi.

Sejumlah netizen menggunakan aplikasi tambahan, salah satunya True Caller, memperlihatkan bahwa nomor handphone yang ada di grup itu diduga anggota Polri. Saat dikonfirmasi ke Polri, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut, apa yang ada di media sosial sebagian besar anonim. Polisi masih akan mendalami informasi tersebut.

Baca Juga: Grup WA Anak STM Dibongkar Netizen, Ini Respons Polri

Belum bisa dipastikan, kalau itu anggota polisi pun itu balum bisa dipastikan, betul itu anggota polisi atau tidak. Dan narasinya saya belum baca. Ada unsur pidananya nggak, nanti jajaran multimedia akan menbuat literasi digital kepada masyarakat agar masyarakat bisa cerdas dalam menggunakan media sosial. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply