Instagram Medsos Terburuk Bagi Kesehatan Mental, Banyak Anak Kecanduan Gadget

0
I CumaBerita.com, Jakarta. Orang tua harus peka jika sudah terlihat ada tanda-tanda kecanduan ponsel pada anak seperti menangis atau mengamuk ketika gadget diambil. Ketika memperkenalkan teknologi atau ponsel pada anak, orang tua dan pengasuh harus siap untuk memberikan batasan yang jelas terkait penggunaannya agar anak tidak mengalami kecanduan.

Menurut sejumlah penelitian, kecanduan ponsel adalah masalah serius yang berkembang mirip dengan kecanduan narkoba. Dalam banyak kasus, anak tidak mau mengubah kebiasaan mereka karena mengalami serangan panik jika berjauhan dari ponsel. Bukan tak boleh memperkenalkan anak pada teknologi tapi ada baiknya orang tua tetap mengawasi baik itu jam bermain ponsel anak dan apa yang mereka lakukan atau tonton dengan ponsel tersebut. Selain itu, berikut tips agar anak tak jadi generasi. Batasi penggunaan ponsel dan gadget lainnya maksimum 30 menit per hari. Pastikan jumlah total paparan gadget tidak melebihi rekomendasi kelompok umur. Jadwalkan waktu yang tepat untuk menggunakan gadget dan rencanakan kegiatan fisik yang menyenangkan bagi anak.

Tidak meletakkan ponsel atau gadget lain di kamar anak. Setelah digunakan, simpan kembali di tempat yang tak bisa dijangkau anak. Pastikan untuk memberikan pujian pada anak ketika mereka tidak menggunakan ponsel baik itu keputusan sendiri atau karena telah mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Pantau akses penggunaan dengan menggunakan peragkat bersama.

Ambil kesempatan bebas gadget untuk berkomunikasi, berinteraksi dan berbagi nilai-nilai keluarga bersama anak. RS JiwaCisarua, Jawa Barat melaporkan mereka menangani ratusan pasien anak-anak berusia 7-15 tahun yang mengalami gangguan kecanduan gadget. Padahal kecanduan gadget bisa berdampak buruk pada kondisi fisik dan mental anak.

Mudahnya anak mendapat akses teknologi dan internet membuat mereka jadi kecanduan gadget hingga bisa alami masalah mental. Penelitian oleh Royal Society for Public Health di Inggris meneliti 1.500 orang dengan usia 14-24 tahun untuk melihat media sosial mana yang membuat mereka merasa lebih tenang. Beberapa platform media sosial yang dijadikan tolok ukur adalah Instagram, Facebook, YouTube, Twitter dan Snapchat.

Baca Juga: Sulli Bunuh Diri dan Isu Tabu Kesehatan Mental Industri Kpop

Studi tersebut mempelajari apa yang dirasakan responden melalui gambar atau foto di media sosial tersebut dan dampaknya pada kesehatan mental. Berdasarkan penelitian tersebut, Instagram dinilai paling buruk bagi kesehatan mental disusul Snapchat di peringkat kedua. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply