Awas! Bahaya Paparan Sinar Biru Layar Gadget bagi Kesehatan Kulit

0
A CumaBerita.com, Jakarta. Seorang dokter kulit memperingatkan, semakin dekat dengan gadget yang memancarkan sinar biru maka dampak bagi kesehatan pun kian banyak. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang memaksa sebagian besar orang untuk tetap di rumah membuat interaksi dengan gadget kian bertambah.

Yang perlu diingat, paparan “blue light” atau sinar biru yang dipancarkan layar perangkat digital berdampak buruk bagi kesehatan, termasuk kesehatan kulit. Mulai dari telepon genggam, komputer, televisi, laptop ataupun gadget lainnya. Sinar biru merusak retina dan mengurangi ekskresi (pengeluaran) melatonin, sehingga mengganggu siklus tidur Anda. Masing-masing perangkat digital memiliki tingkat paparan sinar biru yang berbeda. Misalnya, televisi akan lebih sedikit memaparkan sinar biru ketimbang komputer karena jarak antara penonton dengan layar pun lebih jauh. Sinar biru tersebut akan menghancurkan kolagen melalui stres oksidatif. Bahan kimia dalam kulit yang disebut flavin akan menyerap sinar biru. Reaksi yang terjadi selama penyerapan tersebut menghasilkan molekul oksigen yang tak stabil yang bisa merusak kulit. Paparan sinar biru juga disebut lebih bermasalah untuk kulit berwarna.

Sebuah penelitian pada 2010 yang diterbitkan The Journal of Investigative Dermatology menemukan bahwa sinar biru mengakibatkan hiperpigmentasi pada kulit sedang hingga gelap. Sedangkan pada kulit yang lebih terang, relatif tak berpengaruh. Komunitas medis mengelompokkan warna kulit berdasarkan pada bagaimana reaksi terhadap sinar UV. Tipe 1 adalah warna paling terang dengan sensitivitas UV paling tinggi. Sementara kulit Tipe 2 terkena sinar biru tetapi tidak mengalami pigmentasi. Hingga skala naik ke Tipe 6 yang merupakan yang paling gelap dan paling tidak mungkin terbakar. Sementara kulit berwarna akan menggelap, dan kegelapan itu bertahan selama beberapa minggu.

Baca Juga: Efek Buruk bagi Pesepakbola Usai Libur Panjang

Cara paling sederhana untuk melindungi kulit dari paparan sinar biru salah satunya dengan menyematkan modus malam pada perangkat digital, sehingga layar berwarna lebih hangat. Atau, mengganti bohlam LED dengan yang memancarkan sedikit sinar biru. Saran lainnya adalah dengan mengonsumsi vitamin C. Molekul vitamin C cukup kecil untuk menembus kulit. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply