Profil Lucy Si Australopithecus Google Doodle Peringati Ulang Tahun ke-41

0
P CumaBerita.com, Jakarta. Dalam Google halaman utama terpampang sebuah animasi yang membentuk nama Google, dan jika di play maka akan bergerak animasi simpanse dan orang berjalan. Hari ini Google Doodle tengah memperingati ulang tahun ke-41 penemuan Lucy. Lucy Si Australopithecus ditemukan pada tahun 1974 di Haidar Lembah Awash, Depresi Afar Ethiopia.

Ucy merupakan nama umum dari AL 288-1, representasi 40% tulang spesimen Australopithecus afarensis. Lucy Si Australopithecus disebut juga Australopithecus afarensis tidak jauh berbeda dengan Australopithecus africanus. Lucy memiliki body yang ramping, dan para ilmuwan mempercayai Lucy merupakan nenek moyang dari homo atau nenek moyang dari manusia modern homo sapiens.

Fosil baru menegaskan bahwa anggota spesies Lucy membuat jejak kaki sebelum 3.6 juta tahun lalu yang ditemukan didalam abu vulkanik yang sudah mengeras di Laetoli, Tanzania. Australopithecus afarensis ini dianggap sebagai peralihan primatama bipedal. Lucy Si Australopithecus diperkirakan telah hidup di masa 3,2 juta tahun lalu. Lucy diperkirakan memiliki tinggi hampir sama dengan anak-anak modern yaitu dengan tinggi kurang dari 100 cm.

Baca Juga: Daftar Lengkap Pemenang Festival Film Indonesia 2015

Lucy Si Australopithecus ditemukan oleh Donald Carl Johanson yakni pada tahun 1974 di area sekitar pulau Hadar. Lucy Si Australopithecus tahun 2007 sempat dipamerkan di Amerika Serikat selama enam tahun. Namun setelah itu dikembalikan lagi kepada pemerintah Ethiopia pada tanggal 1 Mei 2013. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply